Hisense – memperkenalkan dua perangkat baru yang menawarkan pendekatan berbeda di bandingkan smartphone Android pada umumnya. Perusahaan elektronik asal China tersebut resmi menghadirkan Hisense A10 Pro dan A10 Ultra dengan teknologi layar e-ink sebagai salah satu fitur andalannya.
Kehadiran kedua perangkat ini memperluas keluarga Hisense A10. Sebelumnya, perusahaan telah lebih dahulu memperkenalkan model standar pada Juli 2026. Melalui varian Pro dan Ultra, Hisense mempertahankan konsep layar yang mengutamakan kenyamanan membaca sekaligus memberikan alternatif untuk menikmati konten berwarna.
Konsep tersebut di wujudkan melalui penggunaan panel e-ink sebagai layar utama. Selain itu, pengguna dapat memanfaatkan sebuah layar LCD tambahan yang di tempatkan di belakang perangkat dengan bantuan sistem magnet.
Kombinasikan Layar E-Ink dan Panel Berwarna
Teknologi e-ink umumnya di temukan pada perangkat yang di rancang khusus untuk membaca buku elektronik. Karakter tampilannya menyerupai tinta pada permukaan kertas sehingga cocok di gunakan untuk menampilkan teks dalam waktu lama.
Hisense membawa konsep serupa ke A10 Pro dan A10 Ultra. Panel utama di bagian depan menawarkan tampilan grayscale yang dapat di gunakan untuk membaca buku digital, mempelajari dokumen, maupun memberikan catatan pada berkas PDF.
Namun, layar e-ink mempunyai karakter berbeda dari panel smartphone biasa. Tingkat penyegaran layar yang lebih rendah membuat animasi dan gambar bergerak tidak ditampilkan semulus LCD atau OLED.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Hisense menawarkan layar LCD tambahan berukuran 4,96 inci. Panel berwarna itu dapat di tempelkan ke sisi belakang perangkat menggunakan mekanisme magnet.
Pengguna dapat memasangnya ketika membutuhkan tampilan warna, kemudian melepaskannya apabila ingin kembali menggunakan perangkat dengan konsep e-ink.
Panel LCD Bisa Dipakai untuk Konten Multimedia
Layar tambahan memberikan fungsi berbeda di bandingkan panel utama. Saat panel LCD di pasang, pengguna dapat memanfaatkannya untuk melihat foto, membaca komik berwarna, mengakses jejaring sosial, menampilkan grafik, hingga menikmati video pendek.
Dengan demikian, Hisense mencoba menggabungkan karakter e-reader dan smartphone dalam satu perangkat. Layar depan lebih di arahkan untuk aktivitas berbasis teks, sedangkan panel belakang menjadi pilihan ketika konten membutuhkan tampilan berwarna.
Kelengkapan yang di berikan pada Hisense A10 Pro dan A10 Ultra juga tidak sepenuhnya sama.
Pembeli A10 Ultra mendapatkan panel LCD magnetik sebagai bagian dari paket perangkat. Sementara pemilik A10 Pro hanya memperoleh dukungan koneksi magnetik pada bodi. Jika menginginkan layar tambahan tersebut, pengguna varian Pro harus membelinya secara terpisah.
Panel E-Ink Carta 1300 Berukuran 6,13 Inci
Hisense menggunakan panel E-Ink Carta 1300 sebagai layar utama A10 Pro maupun A10 Ultra. Ukurannya mencapai 6,13 inci dengan resolusi 1.648 x 824 piksel serta tingkat kerapatan 300 piksel per inci.
Kemampuan panel tersebut mencakup 256 tingkatan grayscale. Selain itu, pengguna memperoleh 36 tingkat pengaturan pencahayaan depan dengan dua pilihan temperatur warna.
Berbeda dengan layar smartphone konvensional yang menghasilkan cahaya secara langsung, teknologi e-ink memanfaatkan pantulan cahaya di sekitarnya untuk membentuk tampilan.
Menurut Hisense, teknologi layar pada seri A10 tersebut di rancang tanpa cahaya biru serta tidak menimbulkan efek kedipan atau flicker. Karakter itu membuat penggunaannya lebih di arahkan pada kegiatan membaca dan mempelajari dokumen digital.
Untuk membantu pengelolaan tampilan, perusahaan turut menyertakan perangkat keras TCON E-Ink T200. Chip khusus tersebut menangani proses penyegaran panel sehingga sebagian pekerjaan tidak harus di bebankan kepada prosesor utama.
Qualcomm QCM6690 Jadi Andalan Performa
Urusan performa di percayakan kepada Qualcomm QCM6690. Prosesor octa-core tersebut di produksi menggunakan proses fabrikasi 4 nanometer dan telah mendukung jaringan 5G.
Hisense juga melakukan optimalisasi agar kinerja chipset dapat menyesuaikan pola penggunaan layar e-ink.
Ketika smartphone hanya menampilkan halaman bacaan yang relatif statis, sistem dapat mengurangi frekuensi kerja prosesor. Strategi tersebut bertujuan menekan penggunaan energi saat performa tinggi tidak di perlukan.
Sebaliknya, tenaga pemrosesan dapat ditingkatkan ketika pengguna menjalankan pekerjaan yang lebih berat. Penyesuaian ini membantu menjaga respons perangkat sesuai dengan aktivitas yang sedang dilakukan.
Untuk pengisian energi, A10 Pro dan A10 Ultra mendukung pengisian kabel berdaya 18 watt. Pengisian nirkabel dengan daya maksimal 15 watt juga tersedia pada kedua perangkat. Sementara itu, dukungan wireless charging magnetik menjadi salah satu kemampuan tambahan yang di berikan khusus pada A10 Ultra.

Layar LCD berukuran 4,96 inci pada Hisense A10 series dipasang di bagian belakang ponsel menggunakan mekanisme magnetis. Pengguna dapat memasang atau melepas layar tersebut sesuai kebutuhan.
Kamera Utama 48 MP dan Sistem Operasi Android 16
Walaupun menawarkan konsep yang dekat dengan perangkat pembaca elektronik, fungsi smartphone tetap di pertahankan.
Hisense membekali kedua model dengan kamera belakang beresolusi 48 MP. Pada bagian depan terdapat kamera 8 MP yang dapat di manfaatkan untuk swafoto maupun panggilan video.
Sejumlah konektivitas dan fitur pendukung juga tersedia. Di antaranya adalah NFC dan WiFi 6. Pengguna turut mendapatkan fungsi perekaman panggilan serta kemampuan untuk menggandakan aplikasi tertentu.
A10 Pro dan A10 Ultra menjalankan Android 16 sejak awal penggunaan. Hisense turut menyatakan akan menyediakan pembaruan sistem serta keamanan dalam jangka panjang, meskipun periode dukungan secara spesifik belum di jelaskan.
Dari aspek fisik, bobot kedua perangkat berada di kisaran 190 gram. Hisense menyediakan pilihan warna Moon White dan Bamboo Green.
Daftar Harga Hisense A10 Pro
Hisense A10 Pro di pasarkan dalam tiga pilihan konfigurasi memori. Model paling dasar menggabungkan RAM 8 GB dengan penyimpanan internal 128 GB dan di pasarkan seharga 2.799 yuan atau sekitar Rp7,3 juta.
Pilihan berikutnya memiliki RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB dengan harga 2.999 yuan atau kurang lebih Rp7,9 juta.
Sementara varian dengan kapasitas terbesar menawarkan RAM 12 GB serta penyimpanan internal 512 GB. Model tersebut di jual seharga 3.499 yuan atau setara sekitar Rp9,2 juta.
Harga Hisense A10 Ultra
Varian Ultra di banderol lebih tinggi di bandingkan model Pro. Untuk konfigurasi RAM 8 GB dan penyimpanan 128 GB, harga yang di tetapkan mencapai 3.198 yuan atau sekitar Rp8,4 juta.
Kemudian, versi RAM 8 GB dengan ruang penyimpanan 256 GB di jual seharga 3.398 yuan atau kurang lebih Rp8,9 juta.
Konsumen yang membutuhkan kapasitas lebih besar dapat memilih konfigurasi RAM 12 GB dan penyimpanan 512 GB. Varian tertinggi tersebut di banderol 3.898 yuan atau sekitar Rp10,2 juta.
Hisense Belum Pastikan Pemasaran Global
Hisense A10 Pro dan A10 Ultra menawarkan konsep yang tidak banyak di temui pada smartphone Android. Penggunaan layar e-ink memungkinkan perangkat lebih di fokuskan pada aktivitas membaca, sedangkan panel LCD magnetik memberikan alternatif ketika pengguna membutuhkan tampilan penuh warna.
Perbedaan kelengkapan layar tambahan juga menjadi faktor yang membedakan kedua model. A10 Ultra langsung mendapatkannya dalam paket pembelian, sementara pengguna A10 Pro perlu membeli panel tersebut secara terpisah.
Untuk sementara, pemasaran Hisense A10 Pro dan A10 Ultra masih berfokus di China. Belum tersedia keterangan resmi mengenai rencana perusahaan membawa kedua perangkat tersebut ke pasar internasional. Karena itu, kepastian mengenai kehadiran Hisense A10 Pro maupun A10 Ultra di Indonesia juga masih harus menunggu pengumuman berikutnya.