Marc Marquez memasuki musim MotoGP 2026 dengan status sebagai juara dunia bertahan. Keberhasilan tersebut menjadi penanda kuat kebangkitannya di kelas premier. Setelah melewati fase sulit akibat cedera, Marquez kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai pebalap elite dunia. Bersama Ducati, ia tampil kompetitif dan stabil sepanjang musim 2025.

Selain memperkuat posisinya di papan atas, pencapaian ini juga memperlihatkan adaptasi teknis yang efektif. Ducati menjadi faktor penting dalam mendukung gaya balap agresif Marquez. Dengan demikian, ekspektasi tinggi mengiringi langkahnya menuju musim baru.

Konsistensi Performa sebagai Kunci Keberhasilan

Sepanjang MotoGP 2025, Marquez tampil dominan di berbagai lintasan. Ia mengoleksi 11 kemenangan grand prix. Di sisi lain, balapan sprint juga menjadi ladang poin penting. Sebanyak 14 kemenangan sprint berhasil di raih. Catatan tersebut menunjukkan keunggulan Marquez dalam berbagai format balapan.

Lebih lanjut, hasil ini mengantarkannya meraih gelar juara dunia MotoGP ketujuh. Total sembilan gelar juara dunia kini tercatat dalam kariernya. Capaian ini terasa signifikan karena datang enam tahun setelah gelar terakhir pada 2019. Selain itu, keberhasilan tersebut hadir setelah masa pemulihan panjang akibat cedera serius.

Cedera lengan kanan yang di alami pada MotoGP Spanyol 2020 sempat mengancam kelanjutan kariernya. Namun demikian, Marquez mampu membalikkan keraguan menjadi motivasi. Proses pemulihan yang panjang justru memperkuat mental dan pendekatan balapnya.

Marc Marquez bersiap menghadapi musim MotoGP 2026 sebagai juara dunia bertahan

Marc Marquez samai jumlah gelar juara dunia MotoGP Valentino Rossi. (Motorsport.com)

Kesetaraan Sejarah dengan Valentino Rossi

Tambahan satu gelar juara dunia membawa Marquez sejajar dengan Valentino Rossi. Keduanya kini memiliki tujuh gelar MotoGP. Selain itu, masing-masing juga mengoleksi satu gelar di kelas 250cc atau Moto2 serta satu gelar di kelas 125cc. Kesetaraan ini menempatkan Marquez dalam lingkaran legenda MotoGP.

Menariknya, pencapaian tersebut muncul satu dekade setelah rivalitas panas keduanya pada musim 2015. Periode tersebut masih di kenang sebagai salah satu fase paling kontroversial dalam sejarah MotoGP. Oleh karena itu, pencapaian Marquez saat ini memiliki nilai simbolik yang kuat.

Meski demikian, masih ada satu nama yang berada di atas mereka. Giacomo Agostini tetap menjadi pemegang rekor gelar juara dunia kelas premier terbanyak dengan delapan gelar.

Peluang Memecahkan Rekor Statistik Penting

Memasuki MotoGP 2026, peluang Marquez untuk melampaui sejumlah rekor terbuka lebar. Dalam total kemenangan grand prix di semua kelas, Rossi masih unggul dengan 115 kemenangan. Sementara itu, Marquez telah mengoleksi 99 kemenangan. Selisih ini membuka peluang besar jika performa konsisten dapat di pertahankan.

Pada kelas MotoGP, Rossi mencatatkan 89 kemenangan. Marquez berada tepat di belakang dengan 73 kemenangan. Dengan jadwal 22 seri dalam satu musim, potensi untuk menyamai atau melampaui catatan tersebut tetap realistis.

Selain rekor kemenangan, faktor usia juga menjadi sorotan. Marquez telah tercatat sebagai juara dunia MotoGP tertua pada usia 32 tahun. Catatan ini melampaui rekor Rossi yang meraih gelar pada usia 29 dan 30 tahun. Sementara itu, pada statistik fastest lap, Rossi masih unggul tipis dengan 76 catatan tercepat dibandingkan 72 milik Marquez.

Konsistensi Jangka Panjang sebagai Pembeda

Meski banyak rekor berpeluang di pecahkan, tidak semua catatan mudah dikejar. Jumlah podium menjadi salah satu tantangan utama. Di semua kelas, Rossi mengoleksi 235 podium. Sebaliknya, Marquez baru mencatatkan 165 podium. Perbedaan ini mencerminkan konsistensi jangka panjang yang kuat.

Kondisi serupa juga terlihat di kelas MotoGP. Rossi telah naik podium sebanyak 199 kali. Marquez masih berada di angka 126 podium. Dengan demikian, persaingan keduanya tidak hanya berkaitan dengan gelar juara, tetapi juga daya tahan performa dalam rentang waktu panjang.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Marc Marquez memasuki MotoGP 2026 dengan modal yang sangat kuat. Status juara dunia, dukungan teknis Ducati, serta pengalaman panjang menjadi kombinasi penting. Meski sejumlah rekor Valentino Rossi masih sulit dikejar, peluang untuk mencetak sejarah baru tetap terbuka. Dengan konsistensi dan manajemen performa yang tepat, Marquez berpotensi mempertegas posisinya sebagai salah satu pebalap terbesar dalam sejarah MotoGP.