Sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan peninjauan langsung ke wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Balangan. Kunjungan tersebut berlangsung di Desa Juuh pada Kamis (8/1/2026).
Banjir bandang yang terjadi sebelumnya telah memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan warga. Sejumlah rumah mengalami kerusakan. Aktivitas masyarakat pun terganggu. Selain itu, fasilitas umum tidak dapat berfungsi secara normal. Oleh karena itu, kunjungan Wakil Presiden menjadi langkah penting dalam memastikan penanganan bencana berjalan sesuai kebutuhan lapangan.
Perhatian terhadap Sektor Pendidikan Pascabencana
Dalam rangkaian kunjungannya, Wakil Presiden meninjau fasilitas pendidikan dasar yang terdampak banjir. Sekolah menjadi salah satu prioritas karena menyangkut keberlangsungan pendidikan anak-anak. Kondisi ruang kelas yang rusak membutuhkan perhatian khusus.
Selain melihat kondisi bangunan, Wakil Presiden juga berinteraksi dengan para siswa. Pada kesempatan tersebut, bantuan perlengkapan sekolah di serahkan secara simbolis. Bantuan ini bertujuan mendukung proses belajar mengajar agar dapat segera berjalan kembali. Dengan demikian, dampak psikologis terhadap siswa dapat di minimalkan.
Sementara itu, tenaga pendidik menyampaikan kondisi sekolah pascabencana. Informasi tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam proses pemulihan sektor pendidikan. Pemerintah pusat di harapkan dapat memberikan dukungan lanjutan.
Peninjauan Permukiman dan Kondisi Warga
Tidak hanya sektor pendidikan, Wakil Presiden juga mengunjungi permukiman warga. Beberapa rumah terlihat mengalami kerusakan cukup parah. Situasi ini menunjukkan perlunya penanganan cepat dan terukur.
Di sisi lain, warga menyampaikan kebutuhan mendesak yang mereka hadapi. Kebutuhan tersebut mencakup perbaikan tempat tinggal dan pemulihan sarana dasar. Melalui dialog singkat, Wakil Presiden memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi lapangan. Hal ini penting sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Balangan. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung dampak bencana serta upaya pemulihan pascabencana di wilayah tersebut. warga yang terdampak.
Arahan Koordinasi Penanganan Pascabanjir
Dalam pernyataannya, Wakil Presiden menekankan pentingnya koordinasi lintas pemerintahan. Pemerintah daerah di minta untuk terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Langkah ini di nilai krusial agar penanganan pascabencana berjalan efektif.
Selain itu, koordinasi di perlukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Proses pemulihan tidak hanya berfokus pada tahap darurat. Rehabilitasi dan rekonstruksi juga harus di rencanakan secara matang. Oleh sebab itu, sinergi antarinstansi menjadi kunci utama.
Wakil Presiden turut menyampaikan rasa keprihatinan atas musibah yang terjadi. Ia berharap masyarakat dapat segera pulih. Dukungan pemerintah di harapkan mampu mempercepat proses tersebut.
Strategi Pemerintah Daerah dalam Pemulihan Bencana
Pada kesempatan yang sama, Bupati Balangan, Abdul Hadi, menjelaskan langkah-langkah yang telah disiapkan pemerintah daerah. Penyaluran bantuan masa transisi menjadi fokus awal. Selain itu, perbaikan rumah warga juga mulai direncanakan.
Lebih lanjut, pemerintah daerah menyiapkan strategi jangka panjang. Salah satu langkah yang di pertimbangkan adalah relokasi permukiman. Relokasi di nilai penting untuk mengurangi risiko bencana di masa depan. Lokasi yang lebih aman menjadi prioritas utama.
Dukungan Pusat terhadap Langkah Mitigasi
Menurut Bupati Balangan, Wakil Presiden memberikan dukungan terhadap rencana relokasi tersebut. Dukungan ini mencakup kebijakan serta pendampingan dari pemerintah pusat. Dengan adanya sinergi tersebut, proses pemulihan di harapkan berjalan berkelanjutan.
Akhirnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi fondasi utama dalam penanganan banjir bandang di Balangan. Upaya ini tidak hanya bertujuan memulihkan kondisi saat ini. Namun, langkah tersebut juga di arahkan untuk memperkuat ketahanan wilayah menghadapi bencana di masa mendatang.