Gempa Maluku Barat Daya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, memastikan tidak ada dampak kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 6,5 magnitudo yang mengguncang wilayah tersebut pada Minggu (29/3/2026). Gempa terjadi pada pukul 03.38 WIT dengan episenter berlokasi di laut, sekitar 45 kilometer arah timur laut dari pusat Kabupaten Maluku Barat Daya. Kepala BPBD Maluku Barat Daya, Djemy Lico, mengatakan bahwa meskipun getaran cukup terasa bagi sebagian masyarakat, sejauh ini tidak ada laporan mengenai kerusakan fasilitas publik maupun rumah warga.

“Gempa yang terjadi subuh tadi memang di rasakan oleh sebagian masyarakat, namun tidak menimbulkan kerusakan,” kata Djemy Lico saat di konfirmasi dari Ambon. Pernyataan ini menegaskan bahwa kondisi wilayah tetap aman dan tidak menimbulkan risiko bagi pemukiman maupun fasilitas umum.

Getaran Gempa Dirasakan oleh Warga

Menurut Djemy, sebagian warga di wilayah Maluku Barat Daya merasakan getaran yang cukup kuat saat gempa berlangsung. Meski demikian, intensitas getaran tidak menyebabkan kerusakan struktur bangunan. Warga pun tidak mengalami kepanikan yang signifikan karena gempa berlangsung relatif singkat dan setelahnya situasi kembali normal.

“Getaran cukup di rasakan oleh sebagian masyarakat, tapi dampak kerusakan nihil,” ungkapnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa meski warga merasakan guncangan, struktur bangunan di wilayah tersebut cukup aman terhadap gempa dengan kedalaman seperti ini.

Analisis BMKG: Gempa Menengah dan Aktivitas Subduksi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa gempa ini termasuk kategori gempa menengah dengan pusat kedalaman mencapai 159 km di bawah permukaan laut. Gempa semacam ini biasanya terjadi akibat aktivitas subduksi, dalam hal ini Subduksi Laut Banda, yang merupakan pertemuan lempeng tektonik aktif di wilayah Maluku.

BMKG juga menjelaskan bahwa mekanisme gempa ini berupa pergerakan mendatar naik (oblique thrust fault), yang umum terjadi di zona subduksi dan biasanya menimbulkan guncangan yang terasa cukup luas namun tidak selalu merusak permukaan. Dengan kedalaman hiposenter yang relatif besar, energi gempa menyebar sehingga efek kerusakan di daratan minimal.

Gempa Maluku Barat Daya

Ilustrasi gempa bumi.

Skala Intensitas dan Dampak Lokal

Getaran akibat gempa di laporkan terasa di wilayah Tiakur, Maluku Barat Daya. Dengan skala intensitas IV–V MMI (Modified Mercalli Intensity). Intensitas ini cukup untuk membuat benda ringan bergoyang dan di rasakan oleh sebagian masyarakat. Namun tidak menimbulkan kerusakan fisik pada rumah atau bangunan publik.

BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Sehingga masyarakat tidak perlu melakukan evakuasi ke daerah tinggi. Hasil monitoring BMKG hingga pukul 04.10 WIT menunjukkan belum adanya aktivitas gempa susulan di wilayah tersebut.

Respons dan Pemantauan BPBD

BPBD Kabupaten Maluku Barat Daya terus memantau situasi setelah gempa, memastikan keamanan warga dan fasilitas umum tetap terjaga. Warga di imbau untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi. Dan menyiapkan rencana tanggap darurat jika terjadi gempa susulan.

“Kami selalu siap siaga untuk menanggapi setiap kemungkinan dampak dari gempa bumi. Meskipun kali ini tidak ada kerusakan yang terjadi,” tambah Djemy. Pihak berwenang juga mendorong masyarakat untuk melaporkan setiap kondisi darurat atau kerusakan sekecil apapun. Agar respons bisa cepat dilakukan.

Gempa sebagai Pengingat Warga untuk Tetap Waspada

Gempa ini menjadi pengingat bagi warga di wilayah Maluku Barat Daya bahwa kawasan ini berada di zona subduksi yang aktif. Masyarakat di anjurkan untuk selalu waspada, memiliki pengetahuan dasar tentang gempa bumi. Serta memastikan bangunan tempat tinggal memenuhi standar aman terhadap gempa.

Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang. Dengan memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD, warga dapat mengambil langkah preventif dan tetap aman saat terjadi fenomena geologi seperti gempa bumi.