Pelatih Timnas Futsal Indonesia – Hector Souto, menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terburu-buru memikirkan babak perempat final Piala Asia Futsal 2026. Meski timnya telah memastikan tempat di delapan besar, Souto memilih untuk memusatkan perhatian penuh pada laga terakhir fase grup melawan Irak. Sikap ini menunjukkan pendekatan profesional dan bertahap yang konsisten di terapkan oleh sang pelatih sepanjang turnamen.
Keberhasilan Indonesia melaju ke babak gugur tidak lepas dari kemenangan penting atas Kirgistan dalam laga kedua Grup A. Bermain di Indonesia Arena sebagai tuan rumah, skuad Garuda menampilkan permainan yang lebih realistis dan terukur, menyesuaikan dengan karakter lawan yang tampil agresif sejak menit awal.
Jalannya Pertandingan Indonesia Kontra Kirgistan
Sejak peluit pertama di bunyikan, Kirgistan langsung mengambil inisiatif serangan dengan tempo tinggi. Pendekatan ini bertujuan menekan pergerakan cepat para pemain Indonesia serta membatasi ruang eksploitasi di area pertahanan. Strategi tersebut sempat membuahkan hasil ketika tembakan Makhmadaminov Shokhrukh tidak mampu di antisipasi kiper Indonesia, sehingga Kirgistan unggul lebih dulu.
Namun, respons Indonesia datang dengan cepat. Hanya berselang satu menit, Indonesia mampu menyamakan kedudukan melalui sundulan Mochamad Iqbal Iskandar yang memaksimalkan umpan akurat dari Rizki Xavier. Gol tersebut mengubah momentum pertandingan dan meningkatkan kepercayaan diri para pemain tuan rumah.
Tekanan berlanjut hingga Indonesia memperoleh peluang penalti pada menit ke-12 akibat pelanggaran handball pemain Kirgistan di area terlarang. Firman Ardiansyah yang di tunjuk sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa Indonesia berbalik unggul.

Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto
Dinamika Babak Kedua dan Mental Bertanding Timnas
Memasuki babak kedua, intensitas permainan tetap tinggi. Indonesia berhasil memperlebar keunggulan menjadi 3-1 melalui penyelesaian akhir Rio Pangestu yang memanfaatkan umpan tarik Ardiansyah Nur. Gol tersebut sempat memberi jarak aman, namun juga memicu respons emosional dari tim Kirgistan.
Lawan kemudian meningkatkan tekanan dan berhasil menyamakan skor lewat kombinasi gol Makhmadaminov serta penalti yang di eksekusi Alimov Maksiat. Situasi ini menuntut ketenangan dan kedewasaan bermain dari skuad Indonesia, yang kemudian mampu kembali unggul lewat gol Ardiansyah Nur pada menit ke-29.
Keunggulan Indonesia di pertegas oleh Israr Megantara yang memanfaatkan kesalahan fatal kiper Kirgistan yang terlalu maju meninggalkan gawang. Setelah tertinggal dua gol, Kirgistan menerapkan strategi power play untuk mengejar ketertinggalan, memaksa Indonesia bertahan dengan disiplin hingga akhir laga. Skor 5-3 pun bertahan hingga pertandingan usai.
Pendekatan Bertahap Hector Souto Hadapi Turnamen
Usai pertandingan, Hector Souto menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terjebak dalam spekulasi calon lawan di babak delapan besar. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah mempersiapkan tim menghadapi Irak pada laga pamungkas fase grup. Ia menilai pendekatan hari demi hari merupakan kunci dalam kompetisi futsal yang padat dan menuntut konsistensi tinggi.
Souto juga menekankan pentingnya kesiapan mental dan taktis dalam setiap pertandingan. Ia menyadari bahwa hasil ideal tidak selalu dapat di raih, namun proses persiapan yang matang akan memberikan peluang terbaik bagi tim untuk tampil kompetitif. Filosofi ini menjadi landasan utama dalam perjalanan Indonesia di Piala Asia Futsal 2026.
Laga antara Indonesia dan Irak di jadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026, di Indonesia Arena. Pertandingan ini akan menjadi ujian berikutnya bagi konsistensi permainan Timnas Futsal Indonesia di bawah arahan Hector Souto.