Apresiasi Iga Swiatek – Penampilan petenis Indonesia, Janice Tjen, mendapat perhatian khusus dari petenis papan atas dunia asal Polandia, Iga Swiatek, dalam ajang Qatar Open 2026. Meski harus mengakui keunggulan lawannya, Janice di nilai menunjukkan karakter permainan yang unik dan matang. Bahkan, Swiatek secara terbuka memuji gaya bermain Janice yang di anggap mengingatkannya pada mantan petenis nomor satu dunia asal Australia, Ash Barty.
Pertandingan antara Iga Swiatek dan Janice Tjen berlangsung pada babak kedua Qatar Open 2026 yang di gelar di court center Khalifa International Tennis and Squash Complex. Dalam laga tersebut, Swiatek tampil dominan dan mengamankan kemenangan dua set langsung dengan skor 6-0, 6-3. Meski demikian, jalannya pertandingan tidak sepenuhnya mudah bagi Swiatek, terutama pada set kedua ketika Janice mulai menemukan ritme permainannya.
Pujian Swiatek terhadap Strategi dan Variasi Pukulan Janice Tjen
Usai pertandingan, Iga Swiatek menyampaikan rasa senangnya bisa kembali bertanding di Qatar. Ia juga mengapresiasi dukungan penonton yang hadir sejak awal turnamen. Menurut Swiatek, pertandingan melawan Janice memberikan tantangan tersendiri karena perbedaan ritme permainan yang harus ia hadapi.
Swiatek menilai bahwa Janice memiliki kecenderungan membuat pilihan pukulan yang tidak biasa. Variasi tersebut, khususnya penggunaan slice dan perubahan tempo, mengingatkannya pada gaya bermain Ash Barty. Bagi Swiatek, hal ini menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus tantangan teknis, mengingat Barty di kenal sebagai pemain dengan kecerdasan taktis dan variasi pukulan yang sangat efektif.
Dominasi Swiatek pada Set Pertama
Pada set pertama, Swiatek langsung mengambil kendali permainan sejak gim pembuka. Ia tampil agresif dengan servis yang solid dan pukulan forehand spin yang konsisten menekan pertahanan Janice. Petenis Indonesia tersebut tampak kesulitan mengimbangi kecepatan dan kedalaman bola yang di arahkan Swiatek.
Swiatek mampu menjaga intensitas permainan hingga unggul jauh tanpa kehilangan gim. Pergerakannya yang cepat dan kemampuannya menutup area lapangan membuat Janice kesulitan mengembangkan strategi. Meskipun sempat terjadi reli dan adu slice, Swiatek tetap menunjukkan kualitasnya sebagai pemain elite dengan pengambilan keputusan yang tepat di momen-momen krusial.

Pemain olahraga tenis asal Indonesia, Janice Tjen.
Perlawanan Lebih Ketat pada Set Kedua
Memasuki set kedua, Janice Tjen tampil lebih percaya diri. Ia mulai berani mengambil inisiatif serangan dan memanfaatkan kesalahan-kesalahan yang sempat dilakukan Swiatek. Janice bahkan mampu unggul lebih dulu, menunjukkan bahwa ia tidak gentar menghadapi petenis peringkat dua dunia.
Beberapa gim berjalan ketat dengan skor deuce, menandakan adanya peningkatan kualitas permainan dari Janice. Servis ace dan variasi pukulan menjadi senjata utama Janice untuk menjaga keseimbangan pertandingan. Dalam beberapa kesempatan, ia bahkan sempat memperoleh keuntungan sebelum akhirnya Swiatek mampu kembali mengendalikan situasi.
Swiatek mengakui bahwa set kedua tidak semudah set pembuka. Janice berhasil memaksanya bekerja lebih keras, terutama melalui reli panjang dan tekanan mental di poin-poin penting. Namun, pengalaman dan konsistensi Swiatek akhirnya menjadi pembeda.
Evaluasi dan Dampak Pertandingan bagi Kedua Petenis
Kemenangan ini memastikan langkah Iga Swiatek ke babak ketiga Qatar Open 2026. Bagi Swiatek, laga melawan Janice menjadi ujian adaptasi menghadapi gaya bermain yang tidak konvensional. Hal ini penting sebagai bagian dari persiapannya menghadapi lawan-lawan dengan karakter berbeda di babak selanjutnya.
Sementara itu, meskipun harus tersingkir, Janice Tjen meninggalkan kesan positif. Perlawanan yang ia berikan, terutama pada set kedua, menunjukkan potensi besar yang di milikinya di level internasional. Pujian langsung dari petenis top dunia menjadi bukti bahwa gaya bermain Janice memiliki kualitas dan ciri khas yang patut di perhitungkan.
Secara keseluruhan, pertandingan ini tidak hanya menjadi catatan kemenangan bagi Swiatek, tetapi juga momentum pembelajaran dan eksposur penting bagi Janice Tjen dalam perjalanannya sebagai petenis profesional Indonesia di kancah dunia.