Perkembangan teknologi – perangkat mobile terus menunjukkan arah baru yang semakin mengaburkan batas antara ponsel dan komputer. Salah satu inovasi terbaru datang dari perusahaan teknologi berbasis di Los Angeles. Yang memperkenalkan NexPhone, sebuah ponsel pintar dengan kemampuan menjalankan tiga sistem operasi dalam satu perangkat. NexPhone di rancang untuk memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengguna yang membutuhkan akses ke lingkungan mobile dan desktop secara bersamaan.
Konsep Tiga Sistem Operasi dalam Satu Perangkat
NexPhone mengusung pendekatan unik dengan menghadirkan Android, Linux Debian, dan Windows 11 versi ARM dalam satu unit perangkat keras. Dengan konsep ini, pengguna tidak hanya menggunakan ponsel sebagai alat komunikasi. Tetapi juga sebagai perangkat komputasi serbaguna. Android berfungsi sebagai sistem utama untuk aktivitas sehari-hari. Sementara Linux dapat di jalankan secara on-demand, dan Windows tersedia melalui mekanisme dual-boot.
Pendekatan ini memungkinkan pengguna berpindah fungsi dari ponsel pintar ke desktop Linux maupun PC berbasis Windows tanpa perlu perangkat tambahan yang terpisah. Seluruh sistem operasi tersebut dapat di akses langsung melalui layar ponsel, meskipun pengalaman penggunaan terbaik di tujukan ketika perangkat di hubungkan dengan monitor eksternal, keyboard, dan mouse.
Pengembangan Jangka Panjang dan Filosofi Desain
Pengembangan NexPhone bukanlah proyek jangka pendek. Konsep perangkat ini telah di rintis sejak tahun 2012 dan melalui proses pengembangan selama kurang lebih 14 tahun. Versi terbaru NexPhone hadir dengan desain rugged yang menekankan ketahanan fisik, menjadikannya cocok untuk penggunaan profesional maupun lingkungan kerja yang menuntut daya tahan ekstra.
Filosofi utama di balik NexPhone adalah menghadirkan satu perangkat yang mampu menggantikan beberapa perangkat sekaligus. Ide phone-as-PC yang di usung berfokus pada efisiensi, mobilitas, dan produktivitas, terutama bagi pengguna yang sering berpindah tempat namun tetap membutuhkan lingkungan kerja lengkap.

Unik, Ponsel Ini Bisa Pakai Android, Linux, dan Windows 11
Spesifikasi Perangkat Keras yang Mendukung Produktivitas
Dari sisi perangkat keras, NexPhone di bekali chipset Qualcomm QCM6490 yang di rancang untuk kebutuhan komputasi industri dan enterprise. Chipset ini di padukan dengan RAM sebesar 12 GB serta kapasitas penyimpanan internal hingga 256 GB, memberikan ruang yang memadai untuk menjalankan berbagai sistem operasi dan aplikasi produktivitas.
Layar NexPhone berukuran 6,58 inci dengan refresh rate 120 Hz, menawarkan tampilan yang halus dan responsif. Selain itu, perangkat ini telah mendukung jaringan 5G, pengisian daya nirkabel, output video, serta slot microSD untuk ekspansi penyimpanan. Kamera utama beresolusi 64 MP dengan sensor Sony IMX787 turut melengkapi spesifikasi, meskipun fokus utama perangkat ini bukan pada fotografi.
Optimalisasi Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
Untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan Windows 11 di layar ponsel, Nex mengembangkan antarmuka khusus yang terinspirasi dari gaya Windows Phone. Antarmuka ini di rancang agar navigasi dan interaksi tetap efisien meskipun di gunakan pada layar berukuran kecil. Namun demikian, NexPhone lebih di optimalkan sebagai perangkat komputasi saat terhubung dengan layar eksternal dan aksesori pendukung.
Dalam skenario ini, NexPhone mampu berfungsi layaknya komputer desktop atau laptop, menjadikannya solusi menarik bagi pengguna yang menginginkan perangkat kerja ringkas dengan fleksibilitas tinggi.
Integrasi dengan Ekosistem Nex dan Model Bisnis
NexPhone merupakan kelanjutan dari lini produk Nex sebelumnya, seperti NexDock, yaitu lapdock berlayar 14 inci yang memungkinkan ponsel beroperasi seperti komputer portabel. Integrasi NexPhone dengan ekosistem ini memperluas kemungkinan penggunaan dan memperkuat konsep satu perangkat untuk berbagai kebutuhan komputasi.
Dari sisi komersial, Nex membuka pemesanan NexPhone dengan sistem deposit sebesar USD 200. Perangkat ini di jadwalkan mulai di kirimkan pada kuartal ketiga tahun ini dengan estimasi harga penuh sekitar USD 550, belum termasuk pajak dan biaya pengiriman. Strategi ini menargetkan pengguna profesional dan penggemar teknologi yang membutuhkan solusi komputasi fleksibel dalam satu perangkat.