Miami Open 2026 – Petenis Indonesia, Janice Tjen, menghadapi debut pahit di Miami Open 2026 setelah kalah di babak pertama tunggal putri. Ia takluk dari petenis Kazakhstan, Yulia Putintseva, dengan skor 6-3, 3-6, 4-6 pada Jumat (20/3) pagi WIB. Kekalahan ini memastikan Tjen tersingkir dari turnamen WTA 1000 bergengsi tersebut, sekaligus menandai awal yang kurang mulus bagi perjalanan tunggalnya di ajang internasional.
Awal Pertandingan yang Menjanjikan
Pertandingan berlangsung di Hard Rock Stadium, Miami Garden, Florida, Amerika Serikat. Janice Tjen memulai laga dengan sangat percaya diri. Petenis kelahiran Jakarta itu mampu mengendalikan jalannya pertandingan, menekan lawan, dan mendominasi set pertama. Strategi permainan yang agresif membuahkan hasil, dan ia menutup set pertama dengan kemenangan 6-3.
Namun momentum positif tersebut tidak bertahan lama. Saat memasuki set kedua, Tjen mulai kehilangan ritme permainan. Putintseva, yang berusia 31 tahun, mulai membaca pola permainan Tjen dan memanfaatkan kesalahan yang dibuat. Hasilnya, set kedua berakhir untuk kemenangan Putintseva dengan skor 6-3, memaksa pertandingan berlanjut ke set penentu.
Set Penentu yang Sengit
Set ketiga berlangsung sangat menegangkan. Janice Tjen dan Putintseva sama-sama mampu mempertahankan servis mereka di awal gim, membuat skor imbang 1-1 pada dua gim pertama. Sayangnya, Tjen melakukan kesalahan krusial berupa double fault dua kali berturut-turut, yang langsung dimanfaatkan Putintseva untuk unggul 2-1 dan kemudian 3-2.
Di gim kelima, Tjen sempat menerima perawatan medis dan meninggalkan lapangan sejenak, menunjukkan bahwa tekanan fisik dan mental mulai memengaruhi performanya. Meskipun demikian, ia terus berusaha keras, bahkan sempat mengejar skor hingga 3-4. Namun, kondisi fisik yang menurun membuat Janice harus menyerah 4-6 pada set terakhir. Kekalahan ini menegaskan bahwa debut tunggalnya di Miami Open 2026 berakhir kurang memuaskan.

Janice Tjen petenis tunggal putri Indonesia
Rekor Babak Pertama yang Berulang
Kekalahan ini juga menandai kekalahan babak pertama ketiga secara beruntun bagi Janice Tjen di turnamen internasional. Sebelumnya, ia mengalami hal serupa di WTA 500 Merida Open 2026 dan WTA 1000 BNP Paribas Open 2026 (Indian Wells). Meski demikian, pengalaman ini tetap menjadi pelajaran berharga bagi petenis berusia 23 tahun tersebut dalam mengasah strategi dan mental di level elite WTA.
Peluang Masih Terbuka di Nomor Ganda
Meski gagal di nomor tunggal, perjuangan Janice Tjen di Miami Open 2026 belum sepenuhnya selesai. Ia masih akan tampil di sektor ganda putri, menggandeng petenis asal Taiwan, Chan Hao-ching. Pasangan Tjen/Chan dijadwalkan bertanding pada Jumat (20/3) menghadapi lawan tangguh, Elise Mertens/Zhang Shuai, unggulan keempat asal Belgia dan China. Lawan mereka juga tercatat sebagai juara Australian Open 2026, sehingga tantangan di sektor ganda ini cukup berat.
Kesempatan di nomor ganda ini menjadi peluang bagi Tjen untuk bangkit dan memperbaiki catatan prestasinya di Miami Open 2026. Dengan pengalaman dari tunggal, diharapkan Janice dapat lebih matang dalam strategi permainan ganda, bekerja sama dengan Chan Hao-ching, dan memberikan penampilan terbaik bagi Indonesia.
Kesimpulan
Debut Janice Tjen di Miami Open 2026 memang tidak sesuai harapan. Kekalahan di babak pertama tunggal menjadi pengalaman pahit, namun juga menjadi pelajaran penting dalam karier profesionalnya. Fokus pada sektor ganda dapat menjadi momentum untuk membuktikan kualitas dan ketangguhannya di turnamen bergengsi WTA 1000.
Dengan mental yang tetap kuat dan strategi yang lebih matang, Janice Tjen berpeluang menunjukkan kemampuannya di nomor ganda dan meraih hasil positif. Pengalaman ini sekaligus mengingatkan bahwa setiap pertandingan, baik menang maupun kalah, merupakan bagian dari perjalanan panjang seorang atlet profesional dalam membangun prestasi di kancah internasional.