Peresmian Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru menjadi peristiwa strategis dalam penguatan sistem pendidikan berbasis kerakyatan di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan mendapat perhatian luas karena di hadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Kehadiran Presiden menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong pemerataan akses pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter dan nilai kebangsaan.
Sejak pagi hari, area Sekolah Rakyat Terpadu telah di penuhi oleh berbagai unsur yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Suasana terlihat semarak meskipun hujan ringan turun di sekitar lokasi. Kondisi cuaca tidak menjadi penghalang bagi peserta untuk tetap mengikuti rangkaian acara dengan tertib.
Kehadiran Siswa dari Berbagai Penjuru Indonesia
Menariknya, para siswa Sekolah Rakyat yang hadir tidak hanya berasal dari satu wilayah. Sebaliknya, mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari wilayah Jabodetabek, Aceh Besar, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, hingga Papua. Keberagaman ini mencerminkan semangat persatuan dan pemerataan yang menjadi landasan utama pendirian Sekolah Rakyat.
Para siswa tampil dengan seragam resmi Pakaian Dinas Harian (PDH) yang menjadi identitas lembaga. Jas almamater merah marun di padukan dengan kemeja putih dan dasi senada. Celana putih dengan aksen garis merah serta sepatu hitam melengkapi tampilan mereka. Selain itu, penggunaan baret merah berlogo Sekolah Rakyat, lencana, dan tanda kepangkatan memberikan kesan disiplin serta kesiapan mental yang kuat.
Semangat Peserta di Tengah Kondisi Lapangan
Walaupun gerimis hujan sempat turun, semangat peserta tidak mengalami penurunan. Para siswa tetap berdiri rapi dan mengikuti arahan panitia dengan penuh tanggung jawab. Sikap ini menunjukkan bahwa pembinaan karakter telah menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan Sekolah Rakyat.
Secara keseluruhan, sekitar 2.000 peserta terlibat dalam kegiatan peresmian tersebut. Jumlah ini mencakup siswa, guru, kepala sekolah, serta unsur pendukung lainnya. Partisipasi dalam skala besar ini menegaskan bahwa Sekolah Rakyat Terpadu di rancang sebagai program nasional dengan jangkauan luas.

Para peserta dari siswa-siswi Sekolah Rakyat mulai berdatangan untuk menyambut kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto yang akan meresmikan SRT 9 Banjarbaru, di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan pada hari ini, Senin (12/1/2026).
Pengamanan Terpadu dan Manajemen Lalu Lintas
Di sisi lain, aspek keamanan juga menjadi perhatian utama. Personel gabungan dari TNI dan Polri di siagakan di sekitar kawasan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, khususnya di area pintu masuk dan jalur utama menuju lokasi acara.
Seiring meningkatnya jumlah kendaraan yang datang, kepadatan lalu lintas tidak dapat di hindari. Namun demikian, aparat kepolisian sigap melakukan pengaturan arus kendaraan. Langkah ini bertujuan untuk menjaga kelancaran mobilitas serta mencegah terjadinya kemacetan berkepanjangan. Dengan koordinasi yang baik, aktivitas di sekitar lokasi tetap berjalan terkendali.
Evaluasi Program dan Tanggung Jawab Pemerintah
Sebelum peresmian dilaksanakan, Menteri Sosial telah melakukan peninjauan langsung ke Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan fasilitas serta proses pembelajaran yang telah berjalan. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa perkembangan Sekolah Rakyat akan di laporkan secara langsung kepada Presiden.
Penyampaian laporan ini memiliki makna penting. Selain sebagai bentuk akuntabilitas, hal tersebut juga menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, melainkan juga pada kualitas pelaksanaan pendidikan.
Kontribusi Sekolah Rakyat bagi Pendidikan Nasional
Secara konseptual, Sekolah Rakyat Terpadu merupakan bagian dari strategi nasional dalam membangun pendidikan yang inklusif dan berkarakter. Lembaga ini di rancang untuk menjawab tantangan ketimpangan akses pendidikan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan lebih besar.
Keberadaan SRT 9 Banjarbaru di harapkan mampu menjadi contoh bagi pengembangan Sekolah Rakyat di daerah lain. Dengan dukungan lintas sektor, program ini berpotensi melahirkan generasi muda yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, dan kepedulian sosial yang tinggi.