Keikutsertaan Janice Tjen pada ajang Hobart International 2026 menjadi sorotan tersendiri dalam dunia tenis, khususnya di sektor ganda putri. Atlet muda asal Indonesia tersebut menunjukkan performa yang konsisten dan menjanjikan bersama pasangannya, Katarzyna Piter dari Polandia. Keberhasilan mereka menembus babak semifinal bukan hanya mencerminkan kerja sama yang solid, tetapi juga membuka peluang besar untuk melangkah hingga meraih gelar juara.

Hobart International merupakan turnamen tenis bergengsi level WTA 250 yang kerap diikuti oleh pemain-pemain elite dunia sebagai persiapan menuju Australian Open. Oleh karena itu, pencapaian Janice Tjen di ajang ini menjadi indikator penting atas perkembangan kariernya di level internasional.

Kemenangan Penting Menuju Semifinal

Langkah Janice Tjen dan Katarzyna Piter menuju semifinal Hobart International 2026 tidak diperoleh dengan mudah. Pada babak perempat final, pasangan lintas negara ini harus menghadapi duet tangguh Nadiia Kichenok dan Makoto Ninomiya. Pertandingan berlangsung ketat dan penuh tekanan, mencerminkan kualitas kedua pasangan yang sama-sama memiliki pengalaman internasional.

Janice dan Piter mampu menunjukkan ketenangan serta daya juang tinggi hingga akhirnya memenangkan pertandingan melalui rubber set. Kemenangan ini menegaskan kemampuan mereka dalam mengatasi situasi krusial, terutama saat pertandingan harus di tentukan melalui super tie-break. Modal mental tersebut menjadi faktor penting dalam turnamen berlevel tinggi seperti Hobart International.

Tantangan Berat di Babak Semifinal

Pada babak semifinal, Janice Tjen dan Katarzyna Piter di jadwalkan menghadapi pasangan unggulan ketiga, Eri Hozumi dan Wu Fang Hsien. Lawan yang akan dihadapi memiliki reputasi kuat di sektor ganda dan di kenal memiliki koordinasi permainan yang rapi serta disiplin strategi.

Meski demikian, Janice dan Piter bukan tanpa pengalaman menghadapi pasangan unggulan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk menjaga kepercayaan diri dan menyusun strategi yang tepat. Konsistensi permainan dan kemampuan membaca pola lawan akan menjadi kunci dalam menghadapi tekanan di babak penentuan ini.

Foto : Janice Tjen

Modal Kepercayaan Diri dari Gelar Sebelumnya

Salah satu faktor yang memperkuat peluang Janice Tjen di Hobart International 2026 adalah pengalaman manisnya meraih gelar juara pada Guangzhou Open 2025. Turnamen tersebut menjadi momen penting dalam karier Janice karena merupakan gelar pertamanya di sektor ganda. Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa Janice mampu bersaing dan menang di level turnamen WTA.

Kenangan positif dari Guangzhou Open berpotensi menjadi sumber motivasi tambahan. Selain meningkatkan kepercayaan diri, pengalaman tersebut juga memperkaya pemahaman Janice dalam menghadapi berbagai gaya permainan lawan di lapangan.

Kombinasi Kekuatan Janice Tjen dan Katarzyna Piter

Kolaborasi Janice Tjen dan Katarzyna Piter menghadirkan kombinasi kekuatan yang saling melengkapi. Janice di kenal memiliki permainan agresif, terutama saat berada di area depan net, serta pukulan forehand yang bertenaga. Variasi pukulan yang di milikinya kerap menyulitkan lawan dalam mengantisipasi arah bola.

Sementara itu, Katarzyna Piter membawa pengalaman panjang di dunia tenis profesional. Dengan usia dan jam terbang yang lebih matang, Piter memiliki kemampuan mengontrol ritme pertandingan serta penempatan posisi yang efektif. Sinergi antara energi muda Janice dan ketenangan Piter menjadi aset berharga dalam menghadapi persaingan ketat di Hobart International.

Peluang Menuju Gelar Juara

Melihat performa sejauh ini, Janice Tjen memiliki peluang realistis untuk melangkah lebih jauh di Hobart International 2026. Di butuhkan dua kemenangan lagi untuk mengamankan gelar, namun tantangan tersebut sebanding dengan potensi yang di miliki. Konsistensi permainan, kerja sama tim, serta kesiapan mental akan menjadi faktor penentu.

Keberhasilan Janice di turnamen ini tidak hanya berdampak pada pencapaian pribadi, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi citra tenis Indonesia di kancah internasional. Jika mampu mempertahankan performa terbaiknya, Janice Tjen berpotensi mencatatkan prestasi penting dalam perjalanan karier profesionalnya.