Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menuntut ketersediaan infrastruktur komputasi yang semakin besar, cepat, dan efisien. Menjawab tantangan tersebut, OpenAI sebagai pengembang ChatGPT secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Cerebras, perusahaan pembuat chip AI asal Amerika Serikat. Kolaborasi ini di fokuskan pada penguatan kapasitas komputasi berlatensi rendah guna meningkatkan performa layanan AI OpenAI secara menyeluruh.

Melalui kemitraan ini, OpenAI berencana menambahkan hingga 750 megawatt (MW) kapasitas komputasi AI secara bertahap hingga tahun 2028. Kapasitas tersebut akan di integrasikan ke dalam sistem OpenAI untuk mendukung berbagai kebutuhan pemrosesan AI, terutama pada tugas-tugas berat yang membutuhkan respons cepat dan akurat.

Peningkatan Kecepatan Respons Layanan AI

Salah satu tujuan utama kerja sama OpenAI dan Cerebras adalah mempercepat waktu respons layanan AI, termasuk ChatGPT. Dengan tambahan infrastruktur komputasi berlatensi rendah, sistem AI di harapkan mampu menangani permintaan kompleks secara lebih efisien. Tugas seperti menjawab pertanyaan dengan analisis mendalam, menulis kode dalam skala besar, menghasilkan konten visual, hingga menjalankan agen AI secara real time dapat dilakukan dengan jeda waktu yang lebih singkat.

Bagi pengguna, peningkatan ini berdampak langsung pada pengalaman interaksi. Percakapan dengan AI akan terasa lebih alami, minim gangguan, serta mendekati komunikasi manusia secara langsung. Kecepatan respons yang tinggi juga menjadi faktor penting dalam penerapan AI di sektor profesional, seperti pengembangan perangkat lunak, riset ilmiah, dan layanan berbasis data besar.

Pendekatan Unik Cerebras dalam Perangkat Keras AI

OpenAI memilih Cerebras bukan tanpa alasan. Berbeda dengan perangkat keras AI konvensional, Cerebras mengembangkan sistem komputasi berbasis satu chip berukuran besar yang mengintegrasikan komputasi, memori, dan bandwidth dalam satu kesatuan. Pendekatan ini di rancang untuk mengurangi hambatan teknis atau bottleneck yang sering terjadi pada arsitektur berbasis banyak chip dan server.

Dalam sistem tradisional, proses inferensi AI sering kali terhambat oleh kebutuhan transfer data antar-chip atau antar-node. Dengan arsitektur tunggal Cerebras, proses tersebut dapat di minimalkan sehingga AI tidak perlu melakukan pertukaran data secara berulang. Secara teoritis, hal ini memungkinkan pemrosesan permintaan yang lebih cepat, terutama untuk output panjang dan kompleks.

Nilai Strategis dan Skala Investasi

Meski OpenAI tidak mengungkapkan nilai komersial kerja sama ini secara resmi, sejumlah laporan media internasional menyebutkan bahwa total nilai kesepakatan OpenAI dan Cerebras di perkirakan melampaui 10 miliar dolar AS hingga 2028. Angka ini mencerminkan besarnya investasi yang di perlukan untuk membangun infrastruktur AI berskala besar dan berdaya saing tinggi.

Investasi tersebut juga menunjukkan bahwa pengembangan AI modern tidak hanya bergantung pada algoritma, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur perangkat keras yang mampu menopang beban komputasi ekstrem.

openAI ChatGPT. OpenAI setuju mengakuisisi Neptune, startup yang menyediakan alat untuk membantu perusahaan melacak pelatihan model kecerdasan buatan (AI).

Strategi OpenAI dalam Memperluas Ekosistem Infrastruktur AI

Kemitraan dengan Cerebras bukanlah satu-satunya langkah OpenAI dalam memperkuat fondasi teknologinya. Sebelumnya, OpenAI telah menjalin kerja sama strategis dengan berbagai perusahaan semikonduktor global. Salah satunya adalah kolaborasi dengan Broadcom pada Oktober 2025 untuk mengembangkan chip AI khusus dengan kapasitas daya hingga 10 gigawatt.

Selain itu, OpenAI juga bermitra dengan AMD untuk penyediaan server berbasis GPU AI dengan kapasitas hingga 6 gigawatt. Proyek ini menggunakan GPU AMD Instinct MI450 dan di jadwalkan mulai berjalan pada paruh kedua tahun 2026. Pada tahap awal, AMD akan menyediakan kapasitas sekitar 1 gigawatt sebelum dilakukan perluasan lebih lanjut.

Dukungan Komponen Memori Berperforma Tinggi

Dalam upaya membangun infrastruktur AI berskala masif, kebutuhan akan memori berkapasitas besar menjadi aspek krusial. Oleh karena itu, OpenAI juga bekerja sama dengan Samsung untuk penyediaan memori berkinerja tinggi dan hemat energi. Proyek ini di perkirakan membutuhkan hingga 900.000 wafer DRAM per bulan, menegaskan skala besar operasi komputasi AI yang di rencanakan.

Implikasi bagi Masa Depan Layanan AI

Rangkaian kolaborasi strategis yang dilakukan OpenAI menunjukkan arah pengembangan AI yang semakin terintegrasi antara perangkat lunak dan perangkat keras. Dengan dukungan infrastruktur komputasi berdaya besar dan latensi rendah, layanan AI di masa depan di prediksi akan semakin cepat, responsif, dan mampu menangani kebutuhan pengguna yang kian kompleks.

Secara keseluruhan, kerja sama OpenAI dan Cerebras menjadi langkah penting dalam evolusi teknologi kecerdasan buatan, sekaligus menegaskan bahwa investasi infrastruktur merupakan kunci utama dalam menghadirkan AI yang andal dan berkelanjutan.