Meta – kembali memperluas portofolio perangkat wearable dengan meluncurkan lini kacamata pintar terbarunya yang di beri nama Meta Glasses. Produk ini menjadi tonggak baru bagi perusahaan karena untuk pertama kalinya Meta menghadirkan kacamata pintar dengan identitas mereknya sendiri, tanpa menggunakan nama Ray-Ban maupun Oakley seperti pada produk-produk sebelumnya.
Sebelumnya, Meta di kenal bekerja sama dengan EssilorLuxottica, perusahaan induk yang menaungi Ray-Ban dan Oakley, dalam mengembangkan perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan. Kini, melalui Meta Glasses, perusahaan ingin menawarkan lebih banyak pilihan desain sekaligus menjangkau konsumen dengan rentang harga yang lebih luas.
Meta Glasses Hadir dalam Tiga Varian Desain
Pada peluncuran perdananya, Meta memperkenalkan tiga model utama, yakni Meta Adventurer, Meta Fury, dan Starfire Kylie Edition. Ketiganya memiliki karakter desain yang berbeda sehingga dapat di sesuaikan dengan gaya serta preferensi pengguna.
Meta Adventurer tampil dengan bingkai persegi panjang bergaya minimalis. Desainnya mengingatkan pada model klasik yang selama ini populer di kalangan pengguna kacamata kasual. Varian ini juga tersedia dalam dua ukuran, yaitu standar dan besar, sehingga memberikan kenyamanan bagi berbagai bentuk wajah.
Berbeda dengan Adventurer, Meta Fury mengusung tampilan yang lebih berani. Bingkainya dibuat lebih tebal dengan bentuk kotak yang memberikan kesan modern dan kuat. Model ini menyasar pengguna yang ingin tampil lebih ekspresif tanpa meninggalkan fungsi utama sebagai perangkat pintar.
Sementara itu, Starfire Kylie Edition menawarkan desain yang lebih ramping melalui penggunaan bingkai oval. Varian ini di kembangkan bersama selebritas sekaligus pengusaha Kylie Jenner, sehingga tampil dengan nuansa fesyen yang lebih modern dan elegan. Kehadiran edisi kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa Meta juga ingin menjadikan perangkat wearable sebagai bagian dari gaya hidup.
Dibekali Kamera 12 MP dan Dukungan Meta AI
Walaupun belum mengusung teknologi augmented reality (AR) dengan layar transparan, Meta Glasses tetap menawarkan berbagai fitur pintar yang mendukung aktivitas harian pengguna.
Setiap model di bekali kamera beresolusi 12 megapiksel yang mampu mengambil foto berkualitas tinggi sekaligus merekam video hingga resolusi 3K. Kehadiran kamera ini memungkinkan pengguna mengabadikan momen tanpa harus mengeluarkan smartphone dari saku.
Selain kamera, perangkat juga di lengkapi mikrofon dan speaker internal. Kombinasi kedua komponen tersebut memungkinkan pengguna melakukan panggilan telepon, mendengarkan musik, menerima petunjuk suara, hingga berinteraksi langsung dengan Meta AI.
Asisten berbasis kecerdasan buatan itu dapat di akses melalui tombol khusus yang tersedia pada bingkai kacamata maupun menggunakan perintah suara. Pengguna dapat meminta informasi, mengajukan pertanyaan, membuat pengingat, hingga menjalankan berbagai perintah tanpa menyentuh layar ponsel.
Meta menyatakan bahwa perangkat ini di rancang agar aktivitas sehari-hari menjadi lebih praktis, terutama ketika pengguna sedang berjalan, berkendara, atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan kedua tangan tetap bebas.

Meta Glasses debut dalam tiga model, meliputi Fury, Adventurer, dan Starfire Kylie Edition.
Fitur Penerjemah Bahasa Secara Langsung
Salah satu kemampuan baru yang menjadi daya tarik Meta Glasses adalah fitur live translation atau penerjemahan bahasa secara langsung.
Melalui teknologi ini, pengguna dapat memahami percakapan dalam bahasa asing secara lebih mudah. Fitur tersebut di nilai sangat bermanfaat ketika bepergian ke luar negeri, menghadiri pertemuan internasional, maupun berkomunikasi dengan orang yang menggunakan bahasa berbeda.
Integrasi antara Meta AI dan fitur penerjemahan menjadi salah satu langkah Meta dalam menghadirkan perangkat wearable yang tidak hanya berfungsi sebagai aksesori, tetapi juga sebagai asisten digital yang mampu meningkatkan produktivitas.
Baterai Tahan Lama untuk Aktivitas Seharian
Dari sisi daya tahan, Meta Glasses menawarkan performa yang cukup kompetitif di kelasnya. Dalam sekali pengisian daya, perangkat mampu di gunakan hingga delapan jam pemakaian normal.
Meta juga menyertakan charging case yang dapat menyimpan cadangan daya tambahan. Dengan bantuan aksesori tersebut, total waktu penggunaan dapat mencapai sekitar 32 jam sebelum pengguna perlu mengisi ulang baterai melalui sumber listrik.
Kapasitas tersebut membuat perangkat cocok di gunakan sepanjang hari, baik untuk bekerja, bepergian, maupun menikmati hiburan.
Meta Tetap Bekerja Sama dengan EssilorLuxottica
Meskipun Meta Glasses menjadi lini pertama yang tidak menggunakan merek Ray-Ban atau Oakley, kerja sama antara Meta dan EssilorLuxottica tetap berlanjut.
Chief Technology Officer (CTO) Meta, Andrew Bosworth, menjelaskan bahwa perusahaan tersebut masih menggandeng EssilorLuxottica dalam berbagai aspek, mulai dari proses manufaktur, penyediaan lensa, hingga distribusi produk ke berbagai pasar.
Menurut Bosworth, kehadiran Meta Glasses bukan untuk menggantikan lini produk sebelumnya, melainkan memperluas pilihan bagi konsumen. Dengan menghadirkan variasi desain serta harga yang lebih beragam, Meta berharap dapat menjangkau lebih banyak pengguna yang ingin merasakan pengalaman menggunakan perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan.
Strategi tersebut juga menunjukkan keseriusan Meta dalam mengembangkan ekosistem perangkat pintar yang semakin terintegrasi dengan teknologi AI. Melalui kombinasi desain modern, fitur canggih, serta dukungan kecerdasan buatan, Meta Glasses di proyeksikan menjadi salah satu perangkat wearable yang akan memperkuat posisi Meta di pasar teknologi global.