Tradisi Mulud Adat Bayan 2026 – membawa dampak positif terhadap aktivitas pariwisata di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menjelang puncak pelaksanaan tradisi tersebut, berbagai tempat menginap di Kecamatan Bayan dan sekitarnya di laporkan telah dipenuhi wisatawan.
Tidak hanya penginapan komersial, rumah-rumah milik masyarakat setempat yang di fungsikan sebagai homestay juga menjadi pilihan pengunjung. Tingginya permintaan bahkan membuat sejumlah tempat menginap telah di pesan sejak beberapa bulan sebelum acara berlangsung.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Utara, Denda Dewi Tresni Budiastuti, mengungkapkan kondisi tersebut berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan di kawasan Bayan dan Karang Bajo.
Menurut Dewi, penginapan, homestay, hingga rumah penduduk di kedua wilayah tersebut telah penuh. Sejumlah wisatawan bahkan melakukan reservasi jauh-jauh hari agar mendapatkan tempat menginap selama mengikuti rangkaian Mulud Adat Bayan.
Kondisi tersebut memperlihatkan besarnya daya tarik tradisi lokal sebagai salah satu magnet pariwisata Lombok Utara. Kehadiran wisatawan juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat yang menyediakan rumah mereka sebagai tempat menginap.
Kunjungan Wisatawan Disebut Lampaui Target
Dinas Pariwisata Lombok Utara bersama panitia sebelumnya menetapkan target sekitar 5.000 kunjungan selama penyelenggaraan Mulud Adat Bayan 2026.
Dari jumlah tersebut, sekitar 500 pengunjung di targetkan berasal dari wisatawan mancanegara. Sementara itu, sekitar 4.500 pengunjung lainnya di harapkan berasal dari wisatawan domestik.
Namun, berdasarkan kondisi di lapangan, jumlah pengunjung di sebut telah melampaui sasaran yang di tetapkan. Keramaian terlihat dari banyaknya wisatawan yang datang sekaligus tingginya tingkat keterisian akomodasi di sekitar lokasi penyelenggaraan.
Dewi mengatakan antusiasme tersebut menjadi salah satu indikator bahwa wisata budaya memiliki potensi besar untuk terus di kembangkan di Lombok Utara. Apalagi, wisatawan yang datang tidak hanya ingin berlibur, tetapi juga menyaksikan secara langsung tradisi yang masih di pertahankan masyarakat setempat.
Selain memberikan dampak terhadap sektor penginapan, meningkatnya kunjungan berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi lainnya. Kehadiran wisatawan dapat membuka peluang bagi usaha kuliner, transportasi, perdagangan, hingga berbagai produk ekonomi kreatif masyarakat.
Mulud Adat Bayan Menarik Perhatian Wisatawan Mancanegara
Daya tarik Mulud Adat Bayan ternyata tidak hanya menjangkau wisatawan dalam negeri. Sejumlah turis asing juga datang ke Lombok Utara secara khusus untuk mengikuti dan menyaksikan rangkaian tradisi tersebut.
Menurut Dewi, keunikan Mulud Adat Bayan menjadi salah satu alasan wisatawan internasional tertarik berkunjung. Tradisi yang masih di jalankan masyarakat secara turun-temurun tersebut menawarkan pengalaman budaya yang berbeda bagi pengunjung.
Selain wisatawan, mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia turut hadir. Mereka datang untuk melakukan penelitian sekaligus mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan tradisi masyarakat Bayan.
Kehadiran kalangan akademisi menunjukkan bahwa Mulud Adat Bayan tidak hanya memiliki potensi sebagai atraksi pariwisata. Tradisi tersebut juga mempunyai nilai sebagai sumber pembelajaran mengenai kebudayaan dan kehidupan masyarakat lokal.

Foto: Parade Jong seribu pada Mulud Adat Bayan, Lombok Utara, NTB, Kamis (27/8/2026)
Pertama Kali Masuk Karisma Event Nusantara 2026
Penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum penting bagi Mulud Adat Bayan. Tradisi tersebut untuk pertama kalinya berhasil masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Dinas Pariwisata Lombok Utara sebelumnya mengusulkan dua agenda untuk mengikuti program KEN, yakni Festival Gili dan Mulud Adat Bayan.
Mulud Adat Bayan kemudian berhasil melewati berbagai tahapan seleksi dan proses kurasi. Menurut Dewi, tim kurator dari Kementerian Pariwisata memberikan perhatian terhadap keunikan tradisi tersebut hingga akhirnya masuk dalam daftar KEN 2026.
Masuknya Mulud Adat Bayan ke dalam KEN juga menjadi bagian dari upaya mendorong pemerataan pariwisata di Lombok Utara. Selama ini, daerah tersebut banyak di kenal melalui destinasi wisata baharinya. Karena itu, pengembangan wisata berbasis budaya dapat menjadi alternatif untuk memperluas daya tarik daerah.
Dengan demikian, wisatawan tidak hanya diarahkan menuju kawasan pantai dan pulau-pulau wisata, tetapi juga dapat mengenal kekayaan tradisi masyarakat Lombok Utara.
Masjid Kuno Bayan Jadi Titik Puncak Tradisi
Mulud Adat Bayan merupakan tradisi tahunan yang melibatkan masyarakat dari Kecamatan Bayan dan Kecamatan Kayangan. Meskipun berasal dari dua wilayah, rangkaian puncak kegiatan di pusatkan di Bayan.
Masjid Kuno Bayan menjadi lokasi utama dalam penyelenggaraan puncak tradisi tersebut. Masyarakat dari Kayangan juga datang menuju Bayan untuk mengikuti rangkaian kegiatan secara bersama-sama.
Keberadaan Masjid Kuno Bayan membuat kawasan tersebut memiliki posisi penting dalam pelaksanaan Mulud Adat. Selain mempunyai nilai budaya, lokasi tersebut menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan tradisi masyarakat setempat.
Besarnya antusiasme terhadap Mulud Adat Bayan 2026 sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata. Di satu sisi, tradisi masyarakat tetap memperoleh ruang untuk di pertahankan. Di sisi lain, meningkatnya jumlah pengunjung memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat sekitar.
Penuhnya penginapan hingga rumah warga yang di jadikan homestay menjadi salah satu bukti langsung dari dampak tersebut. Dengan dukungan promosi yang lebih luas setelah masuk Karisma Event Nusantara 2026, Mulud Adat Bayan berpeluang semakin di kenal sebagai salah satu agenda wisata budaya unggulan di Lombok Utara.