Upaya pencarian terhadap kru dan penumpang pesawat jenis ATR 42-500 yang di laporkan jatuh di wilayah pegunungan Sulawesi Selatan hingga kini masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. Meski lokasi jatuhnya pesawat telah di pastikan berada di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, namun hingga saat ini belum di temukan tanda-tanda keberadaan korban, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia.
Komandan Kodim 1421/Pangkep, Letkol Inf Parlindungan Yuandika, menyampaikan bahwa tim di lapangan telah menemukan sejumlah serpihan badan pesawat serta barang-barang yang di duga berasal dari dalam pesawat. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa pesawat telah mengalami benturan keras di kawasan lereng gunung. Namun demikian, belum ada indikasi keberadaan kru maupun penumpang yang dapat di evakuasi.
Proses pencarian telah di mulai sejak pagi hari dengan melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur. Meski begitu, kondisi lapangan yang sulit membuat upaya tersebut memerlukan perencanaan yang matang serta kehati-hatian tinggi demi keselamatan seluruh personel.
Harapan Korban Ditemukan Selamat Masih Terus Dipanjatkan
Meskipun peluang menemukan korban dalam keadaan selamat di nilai sangat kecil, tim tetap berharap adanya keajaiban. Pihak SAR menyatakan bahwa selama belum di temukan bukti pasti mengenai kondisi korban, harapan tersebut tetap terbuka. Tim pencari berkomitmen untuk menyisir seluruh area yang di curigai sebagai lokasi jatuhnya pesawat.
Menurut keterangan di posko pencarian, hingga kini belum di temukan jasad korban, baik dalam kondisi utuh maupun dalam bentuk fragmen. Yang di temukan sejauh ini hanya bagian-bagian pesawat dan benda-benda lain yang menunjukkan adanya ledakan atau benturan keras saat insiden terjadi.
Dalam skenario terburuk apabila korban di temukan meninggal dunia, Tim SAR telah menyiapkan rencana evakuasi dengan dua jalur alternatif. Jalur evakuasi akan di sesuaikan dengan lokasi penemuan korban untuk memastikan proses pemindahan berjalan efektif dan aman.

Ilustrasi Timsar Pencarian Pesawat Hilang Kontak
Dua Jalur Evakuasi Disiapkan untuk Antisipasi
Pihak komando lapangan menjelaskan bahwa jika korban di temukan di area puncak Gunung Bulusaraung, maka proses evakuasi hanya dapat di lakukan melalui Posko Tompobulu. Jalur ini di anggap sebagai satu-satunya akses yang memungkinkan untuk membawa korban turun dari kawasan puncak.
Sementara itu, apabila korban di temukan di area yang lebih dekat dengan jalur jalan poros, evakuasi akan di arahkan menuju Kecamatan Balocci. Jalur ini di nilai lebih efisien karena memungkinkan pergerakan ke arah bawah dengan risiko yang lebih kecil di bandingkan jalur puncak.
Penentuan jalur evakuasi ini menjadi bagian penting dari strategi keselamatan, mengingat medan di sekitar lokasi kejadian tergolong ekstrem dan berbahaya.
Cuaca Buruk dan Medan Terjal Jadi Tantangan Utama
Dalam pelaksanaan operasi pencarian dan evakuasi, Tim SAR menghadapi sejumlah kendala serius. Faktor cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama, terutama kabut tebal dan kondisi angin yang dapat berubah sewaktu-waktu. Hal ini berdampak pada jarak pandang serta mobilitas tim di lapangan.
Selain itu, kondisi geografis Gunung Bulusaraung yang di dominasi bebatuan tajam, tebing curam, serta jurang dalam, menuntut kehati-hatian ekstra. Setiap pergerakan personel harus melalui perhitungan matang untuk meminimalkan risiko kecelakaan selama proses pencarian.
Komandan lapangan menegaskan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, setiap tahapan operasi di lakukan dengan prosedur keselamatan yang ketat, termasuk penggunaan peralatan khusus dan pembagian tugas yang terkoordinasi.
Tim SAR Tetap Lanjutkan Operasi Pencarian
Meski di hadapkan pada berbagai kendala, Tim SAR Gabungan tetap melanjutkan operasi pencarian dengan penuh dedikasi. Ratusan personel dari berbagai instansi di kerahkan untuk menyisir area perbukitan Gunung Bulusaraung secara bertahap.
Koordinasi antar unsur terus di perkuat guna memastikan setiap perkembangan di lapangan dapat segera di tindaklanjuti. Operasi ini tidak hanya berfokus pada pencarian korban, tetapi juga pengamanan lokasi serta pengumpulan data yang di butuhkan untuk proses investigasi lebih lanjut.
Pihak berwenang berharap cuaca dapat segera membaik agar pencarian dapat di lakukan secara maksimal. Hingga saat itu, Tim SAR akan terus bekerja tanpa henti demi memberikan kepastian bagi keluarga korban dan masyarakat luas.