Mobil Listrik Afeela – Kabar mengejutkan datang dari kolaborasi antara Sony Group Corporation dan Honda Motor Corporation. Proyek mobil listrik Afeela yang sebelumnya di gadang-gadang menjadi inovasi masa depan kini resmi di hentikan. Keputusan ini di umumkan oleh Sony Honda Mobility (SHM), perusahaan patungan yang di bentuk untuk mengembangkan kendaraan listrik berbasis teknologi canggih.

Penghentian proyek ini menandai perubahan besar dalam arah pengembangan kendaraan listrik yang sebelumnya menjadi fokus utama kedua perusahaan tersebut.

Keputusan Strategis di Tengah Perubahan Industri Otomotif

Sony Honda Mobility mengungkapkan bahwa mereka tidak akan melanjutkan pengembangan model Afeela 1 maupun model lainnya. Keputusan ini di ambil setelah mempertimbangkan perubahan strategi elektrifikasi dari Honda, yang berimbas langsung pada arah bisnis SHM.

Sebagai mitra utama dalam proyek ini, Honda memiliki peran penting dalam penyediaan teknologi manufaktur. Namun dengan adanya perubahan strategi internal, SHM tidak lagi dapat mengandalkan dukungan teknologi dari Honda seperti sebelumnya.

Dalam pernyataannya, perusahaan menilai bahwa tidak ada lagi dasar yang kuat untuk melanjutkan rencana komersialisasi kendaraan Afeela sesuai konsep awal. Oleh karena itu, langkah penghentian proyek di anggap sebagai keputusan paling rasional dalam kondisi saat ini.

Latar Belakang Pembentukan Sony Honda Mobility

Sony Honda Mobility pertama kali di dirikan pada September 2022 dengan visi menghadirkan kendaraan mobilitas bernilai tinggi. Proyek ini menggabungkan kekuatan teknologi Sony dengan pengalaman manufaktur Honda.

Melalui brand Afeela, SHM berambisi menciptakan mobil listrik yang tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai platform hiburan dan teknologi digital. Inovasi ini mencakup integrasi sistem cerdas, konektivitas tinggi, serta pengalaman pengguna yang lebih personal.

Namun, ambisi tersebut harus terhenti di tengah jalan akibat dinamika industri dan perubahan strategi internal.

Dampak Pembatalan dan Pengembalian Dana Konsumen

Sebagai dampak langsung dari keputusan ini, Sony Honda Mobility memastikan akan mengembalikan dana pemesanan kepada konsumen, khususnya di pasar Amerika Serikat. Sebelumnya, perusahaan telah membuka pre-order dengan uang muka sebesar USD 200.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap pelanggan yang telah menunjukkan minat terhadap produk Afeela.

Selain itu, SHM juga menyatakan akan memberikan informasi lanjutan terkait arah bisnis perusahaan ke depan, termasuk kemungkinan restrukturisasi atau pengembangan strategi baru.

Mobil Listrik Afeela

Mobil listrik Afeela garapan Sony dan Honda.

Rencana Produk yang Gagal Direalisasikan

Sebelum proyek di hentikan, Afeela sempat memperkenalkan dua varian kendaraan, yaitu Origin dan Signature. Kedua model ini di rancang dengan fitur teknologi tinggi, termasuk sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS), konektivitas 5G, serta layanan hiburan berbasis digital.

Model Origin di rencanakan hadir dengan harga sekitar Rp 1,4 miliar, sementara varian Signature di banderol lebih tinggi dengan tambahan fitur premium. Produksi kendaraan ini awalnya di rencanakan berlangsung di Ohio, Amerika Serikat, dengan distribusi terbatas di wilayah California.

Namun, seluruh rencana tersebut kini tidak lagi di lanjutkan seiring keputusan penghentian proyek.

Tren Kegagalan Proyek Mobil Listrik Teknologi

Langkah Sony Honda Mobility ini juga mencerminkan tantangan besar dalam industri kendaraan listrik, khususnya bagi perusahaan teknologi yang mencoba masuk ke sektor otomotif. Sebelumnya, Apple Inc. juga di laporkan menghentikan proyek mobil listrik mandirinya setelah bertahun-tahun pengembangan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan otomotif bukanlah hal yang mudah, meskipun melibatkan perusahaan besar dengan sumber daya melimpah.

Masa Depan Sony Honda Mobility Masih Belum Jelas

Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai langkah selanjutnya dari Sony Honda Mobility. Perusahaan masih dalam tahap diskusi dengan induk masing-masing untuk menentukan arah bisnis ke depan.

Meskipun proyek Afeela di hentikan, peluang untuk kembali ke industri mobilitas di masa depan tetap terbuka, terutama jika strategi dan kondisi pasar mendukung.