Jaringan Senjata KKB di Jayapura – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Kepolisian Daerah Papua berhasil mengungkap jaringan pemasok senjata api dan amunisi. Yang di duga menyalurkan persenjataan kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Dalam operasi yang dilakukan di wilayah Jayapura, aparat keamanan mengamankan delapan orang yang di duga terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut. Penangkapan ini menjadi bagian dari upaya aparat untuk menekan peredaran senjata api ilegal di wilayah Papua. Khususnya di daerah pegunungan seperti Yalimo dan Yahukimo.

Operasi yang berlangsung pada 12 Maret 2026 tersebut juga menghasilkan sejumlah barang bukti penting. Aparat berhasil menyita satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, ratusan butir amunisi dengan berbagai kaliber, lima buah magazen, beberapa unit telepon genggam. Serta tas dan dokumen identitas yang di duga berkaitan dengan aktivitas para pelaku. Barang bukti ini memperkuat dugaan bahwa jaringan tersebut memiliki peran dalam penyediaan persenjataan bagi kelompok bersenjata di Papua.

Pengembangan Kasus untuk Mengungkap Jaringan Lebih Luas

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa penyelidikan terhadap kasus ini masih terus berlanjut. Aparat keamanan berupaya mengembangkan informasi yang di peroleh guna mengungkap jaringan yang lebih besar yang terlibat dalam distribusi senjata ilegal di wilayah Papua.

Menurutnya, pengungkapan jaringan pemasok senjata ini merupakan langkah penting untuk memutus rantai suplai persenjataan kepada kelompok kriminal bersenjata. Aparat juga berfokus menelusuri sumber senjata dan amunisi ilegal yang beredar agar jalur distribusinya dapat di hentikan secara menyeluruh.

Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi keamanan untuk mengurangi potensi konflik bersenjata di wilayah Papua yang kerap di picu oleh keberadaan senjata api ilegal.

Peran Masyarakat dalam Menjaga Keamanan

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas ilegal, khususnya perdagangan senjata api dan amunisi. Menurutnya, keterlibatan dalam kegiatan tersebut dapat menimbulkan dampak serius terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga di harapkan dapat berperan aktif dalam membantu aparat keamanan dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran senjata ilegal. Partisipasi masyarakat di nilai sangat penting dalam mendukung upaya penegakan hukum serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Papua.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Adarma Sinaga. Menegaskan bahwa kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan menjadi faktor penting dalam mencegah berkembangnya jaringan perdagangan senjata ilegal.

Jaringan Senjata KKB di Jayapura

Satgas Damai Cartenz 2026 dan Polda Papua menangkap delapan anggota jaringan pemasok senjata serta amunisi untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Yalimo dan Yahukimo.

Lima Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka

Dari delapan orang yang di amankan dalam operasi tersebut, lima orang telah resmi di tetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara pada 13 Maret 2026. Kelima tersangka memiliki peran yang berbeda dalam jaringan pemasok senjata tersebut.

Salah satu tersangka berinisial SP (38) di duga berperan sebagai pihak yang mencari sekaligus membeli senjata api rakitan serta amunisi. Sementara itu, OB (22) alias Bakuru di duga menjadi penyandang dana utama dalam pembelian senjata dan amunisi dengan nilai mencapai sekitar Rp122 juta.

Tersangka lainnya berinisial YP (35) di ketahui turut memberikan dana sekitar Rp13 juta untuk pembelian amunisi. Selain itu, M-K-M (39) di duga membantu mempertemukan pihak pembeli dengan penjual senjata api rakitan sekaligus mengatur proses pengantaran. Sedangkan DK (35) di duga bertindak sebagai perantara dalam transaksi senjata api dan amunisi.

Adapun tiga orang lainnya yang sempat di amankan masih berstatus sebagai saksi. Penyidik masih mendalami sejauh mana keterlibatan mereka dalam jaringan tersebut.

Modus Operandi Pengadaan Senjata Api

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, jaringan ini menggunakan metode pengumpulan dana secara bersama-sama untuk membeli senjata api dan amunisi. Beberapa orang dari wilayah pegunungan di duga di utus menuju Jayapura guna mencari pihak yang dapat menyediakan persenjataan.

Setelah mendapatkan penjual, dana yang telah di kumpulkan kemudian di gunakan untuk membeli senjata api rakitan beserta amunisinya. Persenjataan tersebut rencananya akan di bawa kembali ke wilayah operasi kelompok kriminal bersenjata di daerah pegunungan Papua, khususnya di Yalimo dan Yahukimo.

Upaya Aparat Memutus Rantai Peredaran Senjata Ilegal

Pengungkapan jaringan pemasok senjata ini menjadi bagian dari langkah strategis aparat keamanan dalam menekan peredaran senjata api ilegal di Papua. Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polda Papua terus melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak lain yang di duga terlibat dalam jaringan tersebut.

Aparat juga tengah memburu individu yang di duga memiliki peran penting sebagai penyedia senjata api dan amunisi. Identitas orang tersebut telah di ketahui oleh penyidik dan saat ini masih dalam proses pencarian.

Melalui pengungkapan jaringan ini, aparat berharap dapat memutus jalur distribusi senjata ilegal yang selama ini memperkuat kelompok kriminal bersenjata. Langkah tersebut di harapkan mampu meningkatkan stabilitas keamanan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah Papua.