Kepolisian Republik Indonesia – melalui tim gabungan berhasil mengamankan sosok penting dalam jaringan narkotika internasional, yakni Andre Fernando. Penangkapan ini di lakukan di sebuah apartemen di Penang pada akhir pekan lalu.

Andre yang di kenal dengan julukan “The Doctor” tiba di Gedung Bareskrim Polri sekitar pukul 19.24 WIB. Ia di bawa menggunakan kursi roda dengan kondisi kedua kaki di perban. Saat tiba, tersangka terlihat mengenakan pakaian lengan panjang dengan tangan terikat kabel ties dan langsung di giring petugas tanpa memberikan pernyataan kepada media.

Menurut keterangan dari Kasatgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kevin Leleury, operasi penangkapan di lakukan melalui kerja sama lintas negara. Tim gabungan yang terlibat meliputi Bareskrim Polri, Divhubinter, Interpol, serta perwakilan Indonesia di Malaysia.

Kevin menjelaskan bahwa Andre telah berada di Malaysia sejak tahun 2024 dan di duga mengendalikan jaringan narkoba dari luar negeri. Dalam operasi tersebut, aparat juga menyita sejumlah barang bukti berupa tas dan beberapa unit telepon genggam.

Peran Sentral sebagai Pemasok Narkoba

Hasil penyelidikan awal mengungkap bahwa Andre memiliki peran penting sebagai pemasok utama dalam jaringan narkotika yang beroperasi di Indonesia. Ia di duga menjadi penghubung distribusi untuk dua jaringan besar, termasuk yang di pimpin oleh Erwin Iskandar.

Selain itu, Andre juga terlibat dalam jaringan lain yang berkaitan dengan peredaran narkoba di tempat hiburan malam. Polisi menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa peran Andre tidak hanya sebagai perantara, melainkan sebagai pemasok utama yang mendistribusikan barang terlarang ke berbagai pihak di Indonesia. Hal ini menjadikan posisinya sangat strategis dalam rantai distribusi narkotika.

Keterkaitan dengan Kasus Koko Erwin

Nama Koko Erwin sebelumnya telah menjadi sorotan publik dalam sejumlah kasus besar. Ia di ketahui merupakan bandar narkoba yang sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sebelum akhirnya di tangkap di Tanjung Balai, Sumatera Utara.

Kasus yang melibatkan Koko Erwin semakin kompleks setelah muncul dugaan aliran dana miliaran rupiah kepada aparat kepolisian. Salah satu yang menjadi perhatian adalah dugaan setoran sebesar Rp2,8 miliar kepada seorang mantan Kapolres.

Selain itu, dalam pengakuan yang terungkap dalam berita acara pemeriksaan, di sebutkan adanya penyerahan narkotika jenis sabu seberat ratusan gram sebagai bagian dari praktik suap. Fakta ini memperlihatkan bagaimana jaringan narkoba mampu menembus berbagai lini, termasuk aparat penegak hukum.

Kepolisian Republik Indonesia

Polisi berhasil menangkap Andre Fernando alias Charlie alias The Doctor dalam jaringan narkoba Erwin Iskandar alias Koko Erwin

Pengungkapan Kasus Narkoba di White Rabbit Jakarta

Kasus ini juga berkaitan dengan pengungkapan peredaran narkoba di tempat hiburan malam White Rabbit yang berlokasi di kawasan Jakarta Selatan.

Pengungkapan tersebut berawal dari penyelidikan intensif terhadap aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut. Dalam operasi yang dilakukan oleh Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, aparat berhasil menangkap lima tersangka yang terdiri dari bandar dan karyawan tempat hiburan malam tersebut.

Dua tersangka utama dalam kasus ini adalah Farid Ridwan dan Erwin Septian. Sementara itu, tiga lainnya merupakan staf internal yang di duga terlibat aktif dalam peredaran narkotika di lokasi tersebut.

Penyelidikan kemudian berkembang hingga mengarah kepada manajemen tempat hiburan. Polisi turut mengamankan pemilik serta manajer operasional yang di duga mengetahui atau terlibat dalam praktik ilegal tersebut.

Upaya Penegakan Hukum dan Pengembangan Kasus

Penangkapan Andre ‘The Doctor’ menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pemberantasan narkoba yang semakin kompleks dan terorganisir. Kerja sama internasional menjadi faktor kunci dalam mengungkap jaringan lintas negara yang selama ini sulit di jangkau.

Kepolisian memastikan bahwa penyelidikan akan terus di lakukan untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru yang muncul seiring dengan pengembangan kasus ini.

Kasus ini juga menjadi peringatan bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius yang membutuhkan penanganan terpadu. Dengan mengungkap aktor utama seperti Andre, di harapkan rantai distribusi dapat di putus dan peredaran narkotika dapat di tekan secara signifikan.