Persib Bandung – kembali menunjukkan konsistensinya di kompetisi domestik setelah meraih hasil imbang saat menghadapi Dewa United dalam lanjutan pekan ke-28 BRI Super League musim 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Internasional Banten tersebut berakhir dengan skor 2-2, hasil yang tetap memberikan dampak penting bagi perjalanan tim berjuluk Maung Bandung di papan klasemen.

Meskipun hanya membawa pulang satu poin, laga ini menjadi momen bersejarah bagi pelatih Persib, Bojan Hodak. Pelatih asal Kroasia tersebut resmi mencatatkan total 200 poin sejak pertama kali menangani Persib Bandung. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam karier kepelatihannya di Indonesia sekaligus menempatkannya sejajar dengan salah satu legenda klub, Indra M. Tohir.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi catatan statistik semata, tetapi juga mencerminkan keberhasilan Hodak dalam membangun tim yang solid, kompetitif, dan konsisten dalam meraih hasil positif di setiap pertandingan.

Konsistensi Performa Persib di Bawah Kepemimpinan Hodak

Sejak bergabung pada awal musim Liga 1 2023/2024, Bojan Hodak langsung memberikan pengaruh signifikan terhadap performa Persib Bandung. Dalam kurun waktu tersebut, ia berhasil mengangkat performa tim sehingga mampu bersaing di papan atas klasemen secara stabil.

Dari total 95 pertandingan yang telah di jalani bersama Persib, Hodak mencatatkan 57 kemenangan, 29 hasil imbang, dan hanya mengalami 9 kekalahan. Statistik ini menunjukkan tingkat efektivitas yang sangat tinggi dalam meraih poin. Rasio kemenangan yang dominan menjadi indikator keberhasilan strategi dan pendekatan taktik yang di terapkannya.

Jika di bandingkan dengan Indra M. Tohir, yang membutuhkan 113 pertandingan untuk mencapai 200 poin, Hodak menunjukkan efisiensi yang lebih baik. Legenda Persib tersebut sebelumnya mencatatkan 58 kemenangan, 26 hasil imbang, dan 29 kekalahan selama masa kepelatihannya.

Perbandingan ini menegaskan bahwa Hodak mampu memaksimalkan potensi tim dalam waktu yang relatif lebih singkat. Hal ini sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sejarah modern Persib Bandung.

Bojan Hodak

Bojan Hodak, pelatih Persib Bandung di BRI Super League 2025/26.

Evaluasi Laga dan Fokus Perbaikan Tim

Terlepas dari pencapaian impresif tersebut, Bojan Hodak tetap menunjukkan sikap kritis terhadap performa timnya. Ia menilai hasil imbang melawan Dewa United masih jauh dari ekspektasi, terutama dalam hal efektivitas serangan dan disiplin permainan.

Menurutnya, lini serang Persib sebenarnya sudah menunjukkan progres positif, terutama karena mampu mengejar ketertinggalan hingga akhirnya menyamakan skor. Namun, ia menekankan bahwa tim seharusnya bisa menciptakan lebih banyak peluang dan gol dalam pertandingan tersebut.

Selain itu, Hodak juga menyoroti sejumlah kesalahan mendasar yang terjadi di lapangan. Ia menilai beberapa gol yang bersarang ke gawang Persib terjadi akibat kelengahan pemain, baik dalam membaca situasi maupun dalam menjaga fokus permainan.

Kesalahan komunikasi dan keputusan individu di nilai menjadi faktor utama yang harus segera di perbaiki. Hodak menegaskan bahwa detail kecil seperti itu tidak boleh terulang jika tim ingin bersaing dalam perebutan gelar juara.

Ambisi Persib Bandung Menuju Puncak Klasemen

Dengan performa yang terus menunjukkan tren positif, Persib Bandung tetap menjadi salah satu kandidat kuat dalam perburuan gelar musim ini. Konsistensi dalam meraih poin menjadi modal utama untuk menjaga posisi di papan atas klasemen.

Namun, hasil imbang melawan Dewa United juga menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju gelar juara tidaklah mudah. Setiap pertandingan membutuhkan fokus penuh dan minim kesalahan, terutama saat menghadapi tim-tim yang memiliki motivasi tinggi.

Bojan Hodak di yakini akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan guna meningkatkan performa tim secara keseluruhan. Dengan pengalaman, strategi matang, serta kedalaman skuad yang di miliki, peluang Persib untuk meraih prestasi maksimal masih terbuka lebar.

Ke depan, publik Bobotoh tentu berharap tim kebanggaan mereka mampu menjaga konsistensi dan meminimalkan kesalahan, sehingga target meraih gelar juara dapat terwujud di akhir musim.