Jennie BLACKPINK – menghadirkan fashion sebagai bagian penting dalam membangun karakter di video musik Fallen Angel. Busana yang dikenakannya tidak sekadar berfungsi sebagai pelengkap visual, tetapi turut menggambarkan perjalanan sosok malaikat jatuh yang berada di antara dua sisi berbeda.

Konsep tersebut terlihat melalui perubahan warna, material, hingga siluet pakaian sepanjang video musik. Jennie tidak hanya menggunakan warna hitam yang selama ini identik dengan gaya gothic. Sebaliknya, ia mengeksplorasi warna putih, merah, dan nuansa gelap untuk menunjukkan perubahan suasana sekaligus karakter.

Mengutip My Kpop News pada Senin, 31 Agustus 2026, permainan kontras menjadi salah satu kekuatan utama dalam styling Jennie di Fallen Angel. Setiap pilihan busana memiliki karakter visual berbeda sehingga mampu memperkuat atmosfer fantasi yang dibangun dalam video musik tersebut.

Warna putih, misalnya, memberikan gambaran sosok yang lembut, rapuh, sekaligus memiliki nuansa surgawi. Sementara itu, penggunaan warna merah menghadirkan kesan lebih intens dan dramatis. Ketika Jennie beralih mengenakan pakaian bernuansa gelap, karakter yang ditampilkan pun berubah menjadi lebih misterius dan kuat.

Material Transparan Memperkuat Nuansa Fantasi

Salah satu busana yang mencuri perhatian adalah gaun berbahan glass organza. Karakter material yang ringan dan transparan menciptakan tampilan ethereal pada Jennie.

Lapisan kain tersebut seolah membungkus tubuhnya dengan material tipis yang memberikan gambaran visual menyerupai sosok malaikat. Efek ini semakin terasa karena busana di tempatkan di tengah latar video musik yang di penuhi kabut, bayangan, serta berbagai unsur surealis.

Perbedaan antara pakaian terang dan atmosfer gelap menghasilkan kontras yang memperkuat konsep utama. Jennie kemudian tampil dengan busana berwarna hitam yang memberikan kesan berbeda di bandingkan gaun terang sebelumnya.

Selain perubahan warna, struktur pakaian juga menjadi lebih tegas. Siluet yang kokoh menghadirkan karakter kuat dan memberikan kesan protektif. Dengan demikian, sosok fallen angel tidak hanya di gambarkan sebagai figur lembut dan rapuh.

Karakter Jennie justru berkembang menjadi figur dengan dua sisi yang saling bertentangan. Ia dapat memperlihatkan sisi feminin tanpa bergantung pada kesan manis. Pada saat bersamaan, unsur glamor tetap hadir tanpa menghilangkan aura misterius yang menjadi bagian penting dari konsep video musik.

Pendekatan tersebut membuat gaya gothic dalam Fallen Angel terasa lebih kompleks. Unsur gelap bukan hanya di terjemahkan melalui warna hitam, tetapi juga melalui permainan atmosfer, bentuk pakaian, tekstur, dan perubahan karakter.

Referensi Fashion dari Berbagai Era

Styling Jennie dalam Fallen Angel juga mengambil inspirasi dari sejumlah periode fashion. Salah satunya terlihat dari pengaruh gaya flapper yang populer pada era 1920-an.

Sentuhan vintage tersebut hadir di tengah konsep visual kontemporer yang mendominasi video musik. Meski membawa referensi masa lalu, penampilan Jennie tidak berubah menjadi kostum yang sepenuhnya menggambarkan periode tertentu.

Sebaliknya, berbagai referensi tersebut di olah kembali agar tetap menyatu dengan dunia fantasi Fallen Angel. Pendekatan serupa di terapkan pada penggunaan aksesori hingga alas kaki.

Sejumlah elemen mengambil inspirasi dari alam dan kemudian di padukan dengan pakaian untuk menciptakan kesan seperti karakter dalam sebuah dongeng. Karena itu, fashion tidak berdiri sebagai unsur terpisah dari cerita.

Busana justru menjadi penghubung antara Jennie dan lingkungan fantasi yang mengelilinginya. Perubahan penampilan juga mengikuti berbagai pertentangan yang muncul dalam keseluruhan konsep video musik.

Billboard menggambarkan dunia dalam video tersebut sebagai sebuah dongeng yang mempertemukan berbagai unsur berlawanan, mulai dari terang dan gelap hingga keindahan serta rasa sakit. Pertentangan itu turut di terjemahkan melalui gaya Jennie yang terus berubah sepanjang cerita.

Jennie BLACKPINK

Jennie BLACKPINK Fallen Angel

Sisi Gelap dalam Dunia Fantasi Fallen Angel

Atmosfer Fallen Angel membawa penonton menuju dunia fantasi yang tidak sepenuhnya indah. Berbagai elemen visual justru menciptakan suasana misterius dan terkadang terasa tidak nyaman.

Lanskap berkabut menjadi salah satu elemen yang sering muncul. Selain itu, video musik menghadirkan rumah-rumah kecil bermata, bangunan tinggi, bunga, air, kupu-kupu, angsa, hingga kobaran api.

Di antara berbagai objek tersebut, Jennie menjadi figur yang menghubungkan satu dunia dengan dunia lainnya. Oleh sebab itu, pakaian yang di kenakannya memiliki fungsi lebih besar daripada sekadar membangun estetika.

Busana bernuansa terang dapat menggambarkan sisi surgawi dari karakter tersebut. Sebaliknya, pakaian dan elemen yang lebih gelap membawa Jennie menuju karakter yang semakin kompleks dan penuh misteri.

Pertentangan itu kemudian memperkuat interpretasi tentang fallen angel sebagai sosok yang berada di antara dua dunia. Jennie tidak muncul sebagai representasi malaikat yang sepenuhnya sempurna atau lembut.

Ia berada dalam sebuah lingkungan yang mempertemukan keindahan dengan rasa sakit serta kebebasan dengan tekanan. Perubahan fashion membantu memperjelas perjalanan karakter tersebut tanpa harus selalu di terangkan melalui dialog.

Fashion Menjadi Bagian dari Narasi Fallen Angel

Konsep dunia yang tidak stabil sebenarnya sudah terlihat sejak bagian awal video musik. Adegan pembuka memperlihatkan seorang anak yang berada di antara rumah-rumah kecil dalam sebuah panggung dengan bentuk terdistorsi.

Narasi kemudian menghubungkan kondisi rumah-rumah tersebut dengan keserakahan manusia yang membuat beban menjadi semakin berat. Setelah itu, kamera membawa penonton menuju lanskap berkabut dengan bangunan-bangunan tinggi yang mendominasi pemandangan.

Lingkungan tersebut menjadi latar yang memperkuat perjalanan karakter Jennie. Pergantian busana mengikuti perubahan atmosfer sekaligus membantu menunjukkan sisi berbeda dari sosok fallen angel.

Pada akhirnya, fashion dalam Fallen Angel tidak hanya berfungsi menciptakan penampilan menarik. Setiap warna, material, siluet, dan aksesori turut menjadi bahasa visual untuk memperkuat cerita.

Melalui perpaduan estetika gothic, sentuhan vintage, unsur fantasi, serta permainan terang dan gelap, Jennie menghadirkan karakter yang memiliki banyak lapisan. Ia dapat terlihat rapuh sekaligus kuat, feminin sekaligus tegas, serta glamor tanpa kehilangan nuansa misterius.

Pendekatan tersebut membuat fashion menjadi salah satu unsur penting yang menghidupkan dunia Fallen Angel. Busana membantu menerjemahkan dualitas karakter sekaligus menyatukan Jennie dengan lanskap surealis yang menjadi pusat identitas visual video musik tersebut.