Samsung Galaxy Z Fold 8 menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan di pasar smartphone lipat. Samsung mengungkapkan bahwa perilaku konsumen kini jauh berbeda di banding saat Galaxy Fold pertama kali hadir pada 2019. Jika dahulu perangkat lipat hanya menarik perhatian penggemar teknologi, sekarang banyak pengguna Galaxy S Ultra memilih beralih ke seri Galaxy Z Fold. Perubahan itu menunjukkan bahwa pasar foldable berkembang semakin matang dan di terima sebagai perangkat premium untuk penggunaan sehari-hari.
Samsung melihat perubahan tersebut sebagai bukti bahwa konsumen tidak lagi membeli ponsel lipat karena rasa penasaran. Sebaliknya, mereka mulai mempertimbangkan manfaat nyata yang di tawarkan perangkat foldable. Layar yang lebih luas, kemampuan multitasking, serta performa tinggi menjadi alasan utama konsumen memilih perangkat lipat sebagai smartphone utama.
Pengguna Galaxy S Ultra Mulai Beralih ke Foldable
Head of Marketing Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania (SEAO), Chon Hong, mengungkapkan bahwa sekitar 40 persen pertumbuhan Galaxy Z Fold berasal dari pengguna Galaxy S Ultra. Mereka memutuskan berpindah setelah melihat keunggulan yang di tawarkan perangkat lipat.
Dalam wawancara di sela Galaxy Unpacked 2026 di London, Rabu (22/7/2026), Chon Hong menjelaskan bahwa tren tersebut mulai terlihat setelah Samsung menghadirkan tujuh generasi perangkat foldable.
Menurutnya, perubahan itu menjadi indikator bahwa pasar smartphone lipat telah memasuki tahap yang lebih dewasa. Konsumen kini memahami nilai tambah perangkat foldable. Mereka tidak lagi menilai ponsel lipat hanya dari desainnya.
Samsung juga melihat semakin banyak pengguna yang menginginkan perangkat dengan kemampuan lebih besar. Mereka mencari layar yang luas, performa tinggi, dan pengalaman multitasking yang lebih nyaman. Semua kebutuhan itu tersedia pada seri Galaxy Z Fold.
Pasar Foldable Terus Berkembang
Samsung menilai perkembangan teknologi ikut mendorong pertumbuhan pasar foldable. Setiap generasi menghadirkan peningkatan dari sisi performa, desain, hingga daya tahan perangkat.
Konsumen juga semakin yakin menggunakan ponsel lipat sebagai perangkat utama. Mereka memanfaatkan layar besar untuk bekerja, menikmati hiburan, membaca dokumen, hingga menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan.
Perusahaan melihat perubahan tersebut sebagai sinyal positif. Foldable kini bukan lagi produk khusus bagi penggemar teknologi. Perangkat ini telah menjadi alternatif smartphone premium yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan pengguna.

Samsung Galaxy Z Fold 8 dengan desain baru saat diumumkan pertama kali di acara Galaxy Unpacked 2026 di London, Inggris, Rabu (22/7/2026).
Loyalitas Pengguna Semakin Tinggi
Selain mencatat peningkatan pengguna baru, Samsung juga melihat loyalitas konsumen terus bertambah. Banyak pengguna Galaxy Z Fold kembali membeli seri Fold saat mengganti smartphone.
Pola yang sama juga muncul pada lini Galaxy Z Flip. Pengguna Flip tetap memilih perangkat dengan desain serupa ketika melakukan pembaruan perangkat.
Di sisi lain, perpindahan pengguna Galaxy S Ultra menuju Galaxy Z Fold terus meningkat. Tren tersebut menunjukkan bahwa pengalaman memakai perangkat lipat berhasil membuat konsumen bertahan di kategori foldable.
Samsung menilai loyalitas ini menjadi salah satu pencapaian penting. Semakin banyak pengguna yang merasa nyaman memakai perangkat lipat dalam jangka panjang.
Samsung Perluas Pilihan Perangkat Lipat
Pada 2026, Samsung memperkenalkan tiga model foldable sekaligus. Ketiganya terdiri dari Galaxy Z Fold 8 Ultra, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Flip 8.
Galaxy Z Fold 8 Ultra menjadi varian Ultra pertama dalam keluarga Galaxy Z Fold. Samsung meningkatkan kemampuan kamera, chipset, dan baterai agar setara dengan Galaxy S26 Ultra. Peningkatan tersebut membuat perangkat ini menyasar pengguna yang menginginkan performa flagship.
Sementara itu, Galaxy Z Fold 8 membawa desain passport-style yang lebih ringkas. Bentuk baru ini memberikan rasio layar yang lebih nyaman untuk menikmati media sosial, video vertikal, layanan streaming, maupun aktivitas produktivitas.
Galaxy Z Flip 8 tetap mempertahankan konsep lipat vertikal yang menjadi ciri khasnya. Samsung kemudian menyempurnakan desain perangkat tersebut sekaligus meningkatkan pengalaman berbasis kecerdasan buatan atau AI.
Strategi Samsung Mengutamakan Kebutuhan Pengguna
Samsung menjelaskan bahwa strategi menghadirkan tiga model foldable bertujuan memberikan pilihan yang lebih luas kepada konsumen. Setiap pengguna dapat memilih perangkat sesuai kebutuhan dan gaya penggunaan masing-masing.
Melalui pendekatan tersebut, Samsung ingin menjangkau berbagai segmen pasar. Sebagian pengguna membutuhkan layar besar untuk bekerja. Sebagian lainnya lebih menyukai perangkat yang ringkas dan mudah di bawa.
Dengan meningkatnya minat pengguna Galaxy S Ultra terhadap seri Galaxy Z Fold, Samsung optimistis pasar smartphone lipat akan terus berkembang. Perusahaan juga yakin perangkat foldable akan menjadi salah satu pilihan utama di segmen smartphone premium dalam beberapa tahun mendatang.