Kejurnas Fespati 2026 – Jawa Timur berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Fespati 2026. Kontingen tuan rumah keluar sebagai juara umum dalam kompetisi panahan tradisional tingkat nasional yang mempertemukan lebih dari seribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Kejurnas yang di selenggarakan Federasi Seni Panahan Tradisional (Fespati) tersebut berlangsung di Villa Bukit Tidar, Kota Malang, Jawa Timur, pada 22-24 Agustus 2026. Ajang ini terbuka bagi peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari kalangan pelajar hingga pemanah kategori umum.
Antusiasme terhadap penyelenggaraan tahun ini terbilang tinggi. Tercatat sebanyak 1.090 peserta yang berasal dari 16 provinsi ikut bersaing dalam berbagai nomor pertandingan. Besarnya jumlah peserta sekaligus memperlihatkan perkembangan olahraga panahan tradisional di Indonesia.
Kejurnas Fespati 2026 Pertandingkan 13 Kategori
Sepanjang penyelenggaraan, panitia menghadirkan 13 kategori perlombaan. Kategori tersebut di rancang untuk mengakomodasi kemampuan peserta berdasarkan usia, jenis perlombaan, hingga jarak tembak.
Pada kelompok pelajar, pertandingan tersedia mulai dari kategori U9 hingga U18. Selain itu, terdapat nomor hunting yang dapat di ikuti peserta pelajar maupun kategori umum.
Jemparingan juga menjadi salah satu nomor yang di pertandingkan. Cabang panahan tradisional tersebut dibuka untuk kelompok pelajar dan umum. Sementara itu, pertandingan dengan jarak 30 meter serta 50 meter tersedia bagi pemanah tradisional putra dan putri kategori umum.
Tidak hanya pertandingan panahan dari posisi statis, Kejurnas Fespati tahun ini turut menghadirkan Horse Back Archery (HBA). Nomor memanah sambil berkuda tersebut di bagi menjadi beberapa kelompok, yakni Junior Putra, Open Putri, dan Senior Putra.
Beragam kategori itu memberikan kesempatan lebih luas kepada atlet untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menguji hasil latihan mereka dalam kompetisi tingkat nasional.
Jumlah Peserta Meningkat Dibandingkan Kejurnas Sebelumnya
Salah satu catatan penting dari Kejurnas Fespati 2026 adalah meningkatnya jumlah peserta secara signifikan. Sebanyak 1.090 pemanah mengikuti kompetisi di Malang, jauh lebih banyak di bandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Pada edisi yang berlangsung di Klaten, Jawa Tengah, jumlah peserta tercatat sekitar 700 orang. Dengan demikian, penambahan ratusan peserta pada penyelenggaraan tahun ini menjadi indikasi meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap panahan tradisional.
Perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bagi pembinaan olahraga ini. Semakin banyaknya peserta dari berbagai kelompok usia juga membuka peluang munculnya atlet-atlet potensial yang dapat di kembangkan untuk menghadapi kompetisi pada level lebih tinggi.
Ajang nasional seperti Kejurnas Fespati pun tidak sekadar menjadi tempat perebutan gelar. Kompetisi dapat menjadi ruang pertemuan komunitas sekaligus sarana untuk menjaga keberadaan berbagai tradisi memanah yang berkembang di Indonesia.

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Fespati 2026 selesai digelar. Tampil sebagai juara umum adalah Jawa Timur.
Prestasi Peserta Mendapat Pengakuan Pupresnas
Nilai penting lain dalam Kejurnas Fespati 2026 berkaitan dengan prestasi peserta didik. Sertifikat para pemenang akan melalui proses kurasi Pusat Prestasi Nasional (Pupresnas), institusi di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Kurasi tersebut memberikan nilai tambah bagi pelajar yang berhasil mencatat prestasi. Pasalnya, ajang talenta maupun pencapaian peserta didik dapat memperoleh pengakuan resmi melalui mekanisme yang di tetapkan pemerintah.
Dengan demikian, kompetisi panahan tradisional juga memiliki peran dalam mendukung pengembangan prestasi generasi muda. Para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman bertanding, tetapi berkesempatan memperoleh catatan prestasi yang dapat menunjang perjalanan mereka di bidang olahraga maupun pendidikan.
Malang Dipilih sebagai Tuan Rumah Kejurnas Fespati
Pemilihan Kota Malang sebagai lokasi Kejurnas Fespati 2026 turut mempertimbangkan potensi daerah tersebut dalam sektor pariwisata. Malang di kenal sebagai salah satu kota dengan aktivitas industri pariwisata yang kuat di Jawa Timur.
Kehadiran lebih dari seribu peserta dari 16 provinsi tentunya turut membawa rombongan pelatih, keluarga, maupun pendamping. Kondisi tersebut di harapkan memberikan dampak ekonomi terhadap berbagai sektor selama kompetisi berlangsung.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penginapan, kuliner, transportasi, serta berbagai usaha yang berkaitan dengan industri pariwisata berpotensi mendapatkan manfaat dari kedatangan peserta dan rombongan.
Konsep tersebut sejalan dengan semangat “Fespati untuk Negeri”, yang menempatkan penyelenggaraan kompetisi tidak hanya sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga sebagai momentum yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan daerah tuan rumah.
Kejurnas Fespati 2027 Mulai Dipersiapkan
Setelah penyelenggaraan di Malang, Fespati juga mulai mengarahkan perhatian terhadap Kejurnas tahun berikutnya. Kejuaraan nasional pada 2027 di rencanakan berlangsung di salah satu dari tiga wilayah yang menjadi kandidat tuan rumah.
DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten masuk dalam pilihan lokasi penyelenggaraan Kejurnas Fespati 2027. Penentuan daerah tuan rumah nantinya akan menjadi bagian dari persiapan untuk melanjutkan perkembangan kompetisi panahan tradisional tingkat nasional.
Ketua Umum Fespati, Imran Taufik, menilai kejurnas juga memiliki fungsi penting dalam proses pencarian atlet. Kompetisi tingkat nasional dapat di manfaatkan untuk melihat kemampuan pemanah muda potensial yang memiliki peluang di kembangkan lebih jauh.
Para atlet berbakat tersebut di harapkan dapat menjalani pembinaan dan pada akhirnya memperoleh kesempatan membawa nama Indonesia dalam kompetisi internasional.
Keberhasilan Jawa Timur menjadi juara umum serta meningkatnya jumlah peserta menjadi catatan penting dari Kejurnas Fespati 2026. Dengan partisipasi yang semakin besar dan keterlibatan pemanah dari berbagai usia, kejuaraan ini sekaligus memperlihatkan bahwa panahan tradisional memiliki ruang untuk terus berkembang sebagai olahraga prestasi di Indonesia.