Wisata Jepang – Pemerintah Jepang menyiapkan program subsidi perjalanan dengan potongan biaya hingga 60 persen bagi wisatawan yang berencana mengunjungi Kumamoto dan sejumlah daerah di Kyushu. Kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mempercepat pemulihan industri pariwisata setelah gempa bumi mengguncang Prefektur Kumamoto dan beberapa wilayah di Kyushu pada 28 Juli 2026.

Program tersebut di harapkan dapat mendorong wisatawan kembali melakukan perjalanan ke kawasan yang terdampak. Pasalnya, bencana gempa tidak hanya menimbulkan kerusakan, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi yang bergantung pada kunjungan wisatawan.

Berdasarkan informasi yang di beritakan The Japan Times dan Kyodo News, pemerintah Jepang menyiapkan dukungan untuk sektor pariwisata di seluruh tujuh prefektur Kyushu. Besaran potongan perjalanan nantinya berbeda sesuai dengan daerah tujuan serta jenis perjalanan yang di pilih wisatawan.

Kumamoto dan Kagoshima Dapat Diskon Wisata hingga 60 Persen

Kumamoto dan Kagoshima menjadi dua wilayah yang memperoleh persentase subsidi perjalanan paling besar. Wisatawan yang berkunjung ke kedua prefektur tersebut berkesempatan memperoleh potongan hingga 60 persen dari biaya perjalanan.

Sementara itu, pemerintah menyediakan diskon maksimal 50 persen untuk perjalanan menuju lima prefektur lainnya di Kyushu. Wilayah tersebut meliputi Fukuoka, Saga, Nagasaki, Oita, dan Miyazaki.

Meski persentasenya cukup besar, pemerintah tetap menetapkan batas maksimal subsidi yang dapat di terima setiap wisatawan.

Untuk perjalanan yang mencakup satu malam menginap, misalnya, potongan biaya di batasi maksimal 20.000 yen atau sekitar Rp2,22 juta. Kemudian, wisatawan yang mengambil perjalanan minimal dua malam sekaligus menggunakan layanan transportasi dapat memperoleh subsidi hingga 30.000 yen atau sekitar Rp3,33 juta.

Insentif lebih besar tersedia bagi wisatawan yang melakukan perjalanan lintas prefektur di kawasan Kyushu. Untuk kategori tersebut, nilai diskon maksimal dapat mencapai 35.000 yen atau sekitar Rp3,89 juta.

Dengan skema tersebut, pemerintah berharap wisatawan tidak hanya mengunjungi satu destinasi. Mereka juga di dorong menjelajahi beberapa daerah sehingga manfaat ekonomi dari program pemulihan dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku industri pariwisata.

Program Subsidi Perjalanan Dimulai Oktober 2026

Rencana pemberian diskon perjalanan muncul sebagai bagian dari paket pemulihan setelah gempa. Pemerintah Jepang sebelumnya menyetujui sejumlah langkah penanganan dalam rapat markas besar penanggulangan bencana di kantor perdana menteri pada 27 Agustus 2026.

Program subsidi tersebut di jadwalkan mulai berlaku pada Oktober 2026. Pemerintah akan memberikan dukungan terhadap sejumlah komponen perjalanan, termasuk akomodasi dan kegiatan wisata di tujuh prefektur Kyushu.

Badan Pariwisata Jepang akan menyampaikan informasi lebih terperinci mengenai persyaratan, mekanisme pemesanan, hingga ketentuan untuk memperoleh potongan perjalanan tersebut.

Kebijakan pemberian subsidi wisata setelah bencana sebenarnya bukan strategi baru bagi Jepang. Pemerintah negara tersebut sebelumnya pernah menerapkan pendekatan serupa untuk membantu pemulihan pariwisata setelah Gempa Kumamoto pada 2016.

Program insentif perjalanan juga di gunakan dalam proses pemulihan kawasan yang terdampak Gempa Semenanjung Noto pada 2024. Melalui subsidi, pemerintah berupaya mempercepat kembalinya aktivitas wisata sekaligus membantu bisnis lokal yang kehilangan pendapatan setelah bencana.

Program diskon wisata Jepang hingga 60 persen untuk wisatawan yang berkunjung ke Kumamoto dan Kyushu.

Panorama di Kagoshima

Pariwisata Kumamoto Terdampak Pembatalan Perjalanan

Gempa yang melanda kawasan tersebut memberikan tekanan cukup besar terhadap industri pariwisata Kumamoto. Setelah bencana terjadi, banyak wisatawan memilih membatalkan rencana perjalanan dan pemesanan penginapan.

Sekitar 190.000 reservasi akomodasi di berbagai wilayah Kumamoto di laporkan mengalami pembatalan. Kondisi tersebut menyebabkan hilangnya potensi pendapatan sekitar 2,7 miliar yen.

Penurunan aktivitas pariwisata juga terlihat dari jumlah perjalanan domestik. Pada periode 1 hingga 7 Agustus 2026, jumlah wisatawan domestik yang datang ke Kumamoto tercatat sekitar 672.000 orang.

Angka tersebut turun sekitar 23 persen di bandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penurunan kunjungan menjadi perhatian karena pariwisata merupakan salah satu sektor yang menggerakkan aktivitas hotel, restoran, transportasi, tempat wisata, hingga berbagai usaha masyarakat setempat.

Pemerintah Jepang Dorong Wisatawan Kembali ke Kyushu

Melalui program diskon perjalanan, pemerintah pusat akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk membangun kembali kepercayaan wisatawan terhadap destinasi di Kyushu. Subsidi di harapkan mampu menekan biaya perjalanan sehingga masyarakat kembali tertarik mengunjungi Kumamoto, Kagoshima, maupun prefektur lain di kawasan tersebut.

Pemerintah juga tidak hanya mengandalkan potongan biaya perjalanan. Sebelum program subsidi wisata berjalan, dukungan tambahan di siapkan untuk membantu Kumamoto memulihkan aktivitas konsumsi masyarakat, khususnya permintaan terhadap layanan makan di luar rumah.

Langkah tersebut diharapkan memberikan bantuan jangka pendek bagi restoran dan usaha kuliner yang ikut terkena dampak penurunan kunjungan wisatawan.

Dengan kombinasi subsidi perjalanan dan dukungan terhadap bisnis lokal, pemerintah Jepang berupaya mempercepat pemulihan ekonomi pascagempa. Kehadiran wisatawan di harapkan kembali menggerakkan hotel, restoran, transportasi, pusat oleh-oleh, serta berbagai usaha yang menggantungkan pendapatan pada sektor pariwisata.

Program diskon hingga 60 persen juga berpotensi menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Kyushu dengan biaya lebih terjangkau. Meski demikian, calon pengunjung tetap perlu memperhatikan ketentuan resmi dari Badan Pariwisata Jepang mengenai periode program, batas subsidi, serta mekanisme untuk mendapatkan potongan perjalanan.