Bukit Pengusen Pati – menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menarik untuk di kunjungi di kawasan Lereng Muria. Berada di Desa Golanggongge, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, tempat ini menawarkan udara pegunungan yang sejuk, panorama alam luas, serta pemandangan matahari terbit yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

Namun, keindahan alam bukan satu-satunya cerita yang di miliki Bukit Pengusen. Kawasan perbukitan tersebut juga menyimpan kisah sejarah yang berkaitan dengan masa kolonial. Bahkan, nama Pengusen yang sekarang di kenal masyarakat memiliki hubungan dengan peristiwa pengungsian pada masa tersebut.

Saat ini, Bukit Pengusen berkembang menjadi salah satu lokasi camping yang banyak diminati wisatawan. Pengunjung biasanya semakin ramai ketika memasuki akhir pekan. Mereka datang dari berbagai wilayah untuk menikmati suasana alam sekaligus bermalam di kawasan perbukitan.

Asal-usul Nama Bukit Pengusen

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Golanggongge, Arif Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa nama Pengusen berasal dari kata “pengungsian”. Penyebutan tersebut berkaitan dengan sejarah kawasan bukit pada masa penjajahan.

Menurut cerita yang berkembang, sejumlah tentara Belanda pernah menjadikan kawasan ini sebagai tempat berlindung. Mereka menuju daerah perbukitan setelah pasukan Jepang datang dan mengambil alih kekuasaan dari pemerintah kolonial Belanda.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat setempat mulai mengubah penyebutan pengungsian menjadi “pengungsen”. Untuk mempermudah pengucapan, warga kemudian mengenalnya sebagai Pengusen. Nama itulah yang akhirnya bertahan hingga sekarang dan melekat pada kawasan tersebut.

Arif menyebut kawasan bukit pada masa lalu juga memiliki beberapa bangunan yang berkaitan dengan tempat pengungsian. Namun, bangunan tersebut kini sudah tidak dapat di temukan dalam kondisi utuh karena telah mengalami kerusakan.

Jejak sejarah tersebut memberikan karakter tersendiri bagi Bukit Pengusen. Wisatawan tidak hanya menemukan pemandangan pegunungan, tetapi juga dapat mengenal cerita masa lalu yang melatarbelakangi penamaan destinasi tersebut.

Berkembang Menjadi Destinasi Wisata Sejak 2018

Perjalanan Bukit Pengusen sebagai tempat wisata mulai berkembang pada 2018. Masyarakat dan pengelola kemudian memanfaatkan potensi alam kawasan tersebut untuk menghadirkan destinasi rekreasi berbasis alam.

Berada pada ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut (mdpl), Bukit Pengusen memiliki karakter udara yang relatif sejuk. Kondisi tersebut membuat kawasan ini cocok untuk aktivitas luar ruangan, terutama camping.

Salah satu pengalaman yang banyak di buru wisatawan adalah menikmati matahari terbit dari atas bukit. Saat cuaca cerah, pengunjung dapat melihat perubahan warna langit pada pagi hari sambil menikmati panorama kawasan Pati dari ketinggian.

Keunggulan tersebut kemudian menjadikan aktivitas camping sebagai salah satu daya tarik utama Bukit Pengusen. Wisatawan dapat menghabiskan malam di kawasan perbukitan sebelum menikmati panorama sunrise pada keesokan paginya.

Panorama Bukit Pengusen Pati di Lereng Muria sebagai destinasi wisata camping dan menikmati sunrise.

Bukit Pengusen spot kamping favorit di Pati.

Perjalanan Menuju Bukit Pengusen Cukup Menantang

Untuk mencapai Bukit Pengusen, wisatawan perlu melewati akses yang cukup menantang. Kondisi jalur menuju kawasan perbukitan membuat pengunjung perlu meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan.

Meski demikian, panorama yang tersaji setelah tiba di lokasi menjadi daya tarik tersendiri. Hamparan pemandangan dari Lereng Muria memberikan suasana berbeda di bandingkan kawasan perkotaan.

Udara yang sejuk juga membuat Bukit Pengusen cocok bagi wisatawan yang ingin beristirahat sejenak dari rutinitas sehari-hari. Selain camping, pengunjung dapat menikmati suasana alam, bersantai, hingga mengabadikan panorama dari kawasan bukit.

Pada pagi hari, wisatawan memiliki kesempatan menikmati sunrise. Sementara itu, pemandangan wilayah Pati dari ketinggian menjadi salah satu panorama yang dapat dinikmati sepanjang kondisi cuaca mendukung.

Fasilitas Camping di Bukit Pengusen

Pengelola menyediakan sejumlah fasilitas untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Fasilitas tersebut mencakup area parkir, musala, kamar mandi, penerangan, serta kafe yang dapat digunakan wisatawan untuk bersantai.

Selain itu, pengunjung tidak harus membawa perlengkapan camping sendiri. Pengelola menyediakan penyewaan tenda dengan harga sekitar Rp60 ribu. Sementara wisatawan yang membawa tenda pribadi perlu membayar biaya penggunaan tempat sekitar Rp20 ribu per tenda.

Area camping Bukit Pengusen memiliki kapasitas hingga sekitar 80 tenda. Setiap tenda dapat menampung sekitar empat sampai enam orang, tergantung ukuran dan perlengkapan yang di gunakan.

Pada akhir pekan, kawasan ini biasanya semakin ramai. Arif menyebut jumlah tenda yang di gunakan wisatawan untuk bermalam dapat mencapai sekitar 20 tenda setiap akhir pekan.

Pengunjung tidak hanya berasal dari wilayah sekitar Gunungwungkal. Wisatawan dari kawasan lain di Kabupaten Pati hingga luar daerah juga datang untuk menikmati suasana perbukitan tersebut.

Panorama Lereng Muria Jadi Daya Tarik Wisatawan

Keindahan panorama menjadi salah satu alasan wisatawan memilih Bukit Pengusen sebagai lokasi camping. Norman Kusuma, wisatawan asal Pati Kota, misalnya, datang bersama rombongan untuk bermalam di kawasan tersebut.

Ia tertarik memilih Bukit Pengusen karena suasananya sejuk serta memiliki pemandangan yang menarik. Dari kawasan bukit, wisatawan dapat menyaksikan lanskap wilayah Pati sekaligus merasakan udara khas Lereng Muria.

Perpaduan wisata alam, aktivitas camping, dan cerita sejarah membuat Bukit Pengusen mempunyai daya tarik yang cukup lengkap. Kawasan yang dahulu di kaitkan dengan tempat pengungsian tentara Belanda tersebut kini berubah menjadi ruang rekreasi bagi masyarakat.

Dengan ketinggian sekitar 700 mdpl, udara sejuk, panorama sunrise, serta fasilitas camping yang tersedia, Bukit Pengusen dapat menjadi salah satu pilihan wisata alam di Kabupaten Pati. Kisah di balik nama Pengusen juga memberikan nilai sejarah yang membuat destinasi ini berbeda dari kawasan perbukitan lainnya.