Tempe Orek Basah – menjadi salah satu pilihan lauk sederhana yang cocok menemani berbagai menu sehari-hari. Perpaduan rasa manis, gurih, dan sentuhan pedas membuat olahan tempe ini mudah dipadukan dengan nasi putih, nasi uduk, lontong, maupun hidangan rumahan lainnya.

Berbeda dengan orek kering yang memiliki tekstur lebih renyah, versi basah mempertahankan kelembutan tempe. Proses memasak menggunakan sedikit air juga memberi kesempatan bagi kecap dan berbagai bumbu untuk masuk ke dalam potongan tempe. Hasil akhirnya berupa lauk dengan rasa lebih kuat dan tekstur yang tetap empuk.

Selain mudah diolah, tempe juga mudah ditemukan dan relatif terjangkau. Makanan hasil fermentasi kedelai tersebut mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Karena alasan itu, tempe dapat menjadi salah satu bahan yang menarik untuk diolah menjadi menu harian keluarga.

Tempe Menjadi Sumber Protein Nabati

Tempe tidak hanya menawarkan rasa yang khas. Bahan pangan tradisional Indonesia ini juga dikenal sebagai salah satu sumber protein nabati.

Sekitar 100 gram tempe dapat menyediakan kurang lebih 20 hingga 20,8 gram protein. Di samping protein, tempe mengandung sejumlah mineral, seperti zat besi, kalsium, fosfor, magnesium, dan kalium. Kandungan tersebut membuat tempe dapat melengkapi kebutuhan nutrisi dalam pola makan yang beragam.

Proses fermentasi kedelai juga menjadi salah satu karakteristik penting dari tempe. Fermentasi membuat tempe berbeda dari berbagai produk olahan kedelai lainnya, baik dari segi tekstur, cita rasa, maupun karakteristik nutrisinya.

Dengan kandungan tersebut, masyarakat dapat mengolah tempe menjadi berbagai jenis masakan. Salah satu cara yang sederhana adalah memasaknya menjadi orek basah dengan campuran kecap, bawang, cabai, serta sejumlah bumbu aromatik.

Bahan untuk Membuat Tempe Orek Basah

Resep tempe orek basah tidak membutuhkan bahan yang rumit. Bahkan, sebagian besar bumbunya umum tersedia di dapur rumah.

Bahan utama:

  • 1 papan tempe ukuran sedang, sekitar 250–300 gram
  • Minyak goreng secukupnya

Bumbu iris dan aromatik:

  • 3–5 siung bawang putih, iris tipis
  • 3–5 siung bawang merah, iris tipis
  • 2–4 cabai merah keriting, iris serong
  • 4–7 cabai rawit merah atau sesuaikan tingkat kepedasan
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 2 lembar daun salam
  • 5 cabai hijau keriting, opsional

Bumbu pelengkap:

  • 3–5 sendok makan kecap manis
  • ½–1 sendok teh garam
  • ½–1 sendok teh gula pasir atau 1 sendok makan gula merah yang telah disisir
  • 1 bungkus kaldu ayam bubuk
  • 100–200 ml air
  • ½ sendok teh lada bubuk, opsional
  • 1 sendok makan saus tiram, opsional

Tempe orek basah dengan bumbu manis gurih dan pedas

Resep Tempe Orek Basah

Cara Memasak Tempe Orek Basah

Pertama, potong tempe menjadi bentuk dadu atau korek api. Usahakan ukuran setiap potongan relatif sama supaya tingkat kematangannya lebih merata.

Selanjutnya, panaskan minyak dan goreng tempe sebentar. Tidak perlu menunggu sampai teksturnya sangat garing. Cukup masak sampai bagian luarnya mulai berubah warna menjadi kecokelatan. Setelah itu, angkat dan tiriskan.

Kurangi minyak di dalam wajan atau gunakan sedikit minyak baru untuk menumis. Masukkan irisan bawang merah dan bawang putih. Tumis keduanya sampai mengeluarkan aroma harum.

Setelah bawang mulai matang, tambahkan cabai merah, cabai rawit, lengkuas, serta daun salam. Jika ingin menambahkan cabai hijau, masukkan pada tahap ini. Lanjutkan menumis sampai seluruh bumbu mulai layu dan aromanya keluar.

Kemudian, masukkan tempe yang sebelumnya telah di goreng. Tuangkan kecap manis lalu tambahkan garam, gula, kaldu bubuk, dan lada apabila menggunakannya. Saus tiram juga dapat di tambahkan untuk memberikan variasi rasa.

Aduk perlahan agar bumbu melapisi seluruh permukaan tempe tanpa membuat potongannya hancur.

Berikutnya, tuangkan sekitar 100–200 ml air. Gunakan api sedang dan biarkan tempe di masak bersama bumbu. Selama proses tersebut, aduk sesekali secara perlahan.

Masak sampai jumlah air berkurang dan bumbu mulai mengental. Jangan membiarkan cairan menguap sepenuhnya apabila menginginkan karakter orek yang lebih basah. Terakhir, cicipi masakan lalu sesuaikan kembali rasa manis, asin, gurih, atau pedas sesuai selera.

Cara Membuat Bumbu Lebih Meresap

Tahap menggoreng tempe memiliki pengaruh terhadap tekstur akhir masakan. Hindari menggoreng tempe terlalu lama karena teksturnya dapat menjadi keras. Kondisi tersebut juga dapat membuat bumbu lebih sulit masuk ke bagian dalam tempe.

Sebaliknya, tempe yang hanya di goreng sampai bagian luarnya sedikit kecokelatan masih mempertahankan tekstur lembut. Ketika di masak kembali bersama bumbu dan air, potongan tempe dapat menyerap cita rasa dari campuran kecap dan rempah.

Ukuran potongan juga perlu di perhatikan. Potongan yang relatif seragam membantu tempe matang dalam waktu yang hampir bersamaan. Selain itu, bumbu dapat tersebar lebih merata pada setiap bagian.

Jangan terburu-buru ketika menumis bawang dan cabai. Berikan waktu sampai bahan tersebut matang dan mengeluarkan aroma sebelum tempe masuk ke dalam wajan. Langkah sederhana ini membantu membangun rasa dasar pada masakan.

Cocok Menjadi Lauk untuk Menu Sehari-hari

Tempe orek basah dapat menjadi alternatif ketika ingin menyiapkan lauk rumahan tanpa proses memasak yang terlalu rumit. Bahan yang sederhana juga memungkinkan resep ini disesuaikan dengan persediaan dapur.

Tingkat kepedasannya, misalnya, dapat diatur dengan mengurangi atau menambah jumlah cabai rawit. Sementara itu, penggunaan gula merah dapat memberikan karakter rasa yang berbeda dibandingkan gula pasir.

Setelah matang, sajikan orek tempe selagi hangat bersama nasi putih. Jika ingin menyimpannya untuk di konsumsi kemudian, tunggu sampai masakan dingin terlebih dahulu sebelum memasukkannya ke dalam wadah tertutup dan menyimpannya di lemari pendingin.

Dengan teknik memasak yang tepat, tempe orek basah dapat menghasilkan tekstur empuk dengan bumbu manis, gurih, dan pedas yang menyelimuti setiap potongan tempe. Resep sederhana ini pun dapat menjadi pilihan praktis untuk melengkapi menu makan sehari-hari.