Itel A300C – resmi meramaikan pasar smartphone entry-level dengan menawarkan baterai besar dan konstruksi yang di rancang untuk menghadapi penggunaan sehari-hari. Itel lebih dahulu membawa model tersebut ke India dengan satu konfigurasi memori serta beberapa pilihan warna.

Produsen tidak hanya menjadikan harga sebagai daya tarik. Ketahanan fisik turut mendapat perhatian melalui pemenuhan standar MIL-STD-810H. Itel juga menguji perangkat melalui skenario jatuh untuk mengetahui kemampuannya menghadapi benturan.

Walaupun demikian, pengguna tetap harus menjauhkan ponsel dari air dan lingkungan berdebu secara berlebihan. Pasalnya, spesifikasi A300C tidak mencantumkan sertifikasi perlindungan resmi terhadap kedua elemen tersebut.

Ada pula fasilitas purnajual khusus untuk bagian layar. Selama 100 hari yang dihitung dari waktu pembelian, pemilik A300C berkesempatan memperoleh penggantian layar tanpa biaya berdasarkan syarat program yang ditetapkan Itel.

Kapasitas Baterai Menjadi Salah Satu Andalan

Sumber tenaga A300C berasal dari baterai berkapasitas 6.000 mAh. Dengan kapasitas tersebut, Itel mencoba menawarkan daya tahan penggunaan yang memadai bagi konsumen yang banyak mengandalkan ponsel sepanjang hari.

Perangkat menerima suplai listrik melalui USB Type-C. Adapun kemampuan pengisiannya mencapai 18 watt.

Di tengah tren produsen menghilangkan konektor audio analog, Itel mengambil pendekatan berbeda. A300C tetap menyediakan lubang audio 3,5 mm. Oleh karena itu, pengguna masih bisa memakai headset kabel secara langsung.

Dukungan DTS Sound turut melengkapi sektor audionya. Selain itu, tombol daya memiliki fungsi ganda karena Itel menyatukan sensor pembaca sidik jari pada bagian tersebut.

Panel LCD Mendukung Refresh Rate 90 Hz

Itel menggunakan panel berjenis LCD untuk area visual A300C. Bentang layarnya mencapai 6,56 inci, sedangkan jumlah piksel yang di tampilkan berada pada 720 × 1.612.

Panel tersebut mampu melakukan penyegaran hingga 90 kali setiap detik. Kemampuan itu dapat membuat perpindahan menu dan animasi antarmuka terasa lebih lancar di bandingkan panel dengan tingkat penyegaran 60 Hz.

Untuk kebutuhan swafoto, sebuah kamera 5 MP menempati bagian atas panel. Desain layar menggunakan potongan berbentuk poni sebagai tempat kamera tersebut.

Sementara itu, kebutuhan fotografi dari sisi belakang mengandalkan sensor utama 8 MP. Itel tidak memosisikan sektor kamera sebagai fitur utama A300C karena perangkat ini lebih berorientasi pada kebutuhan dasar konsumen kelas pemula.

Itel A300C dengan baterai 6.000 mAh

Itel A300C

Unisoc T7100 Menjadi Otak Perangkat

Itel memilih Unisoc T7100 untuk menangani proses komputasi pada A300C. Chip yang sama juga pernah di gunakan perusahaan pada model Itel A90.

Untuk membantu kerja prosesor, tersedia RAM sebesar 4 GB. Sementara itu, kapasitas media penyimpanan internal mencapai 64 GB.

Apabila ruang tersebut tidak mencukupi, pemilik tidak harus bergantung sepenuhnya pada penyimpanan awan. Slot kartu memori memungkinkan penambahan ruang hingga 2 TB melalui microSD. Fitur ini berguna bagi pengguna yang memiliki banyak dokumen, foto, musik, maupun video.

Pada sisi software, perangkat mengoperasikan Android 16 Go Edition. Google mengembangkan edisi Go sebagai varian Android yang lebih ringan sehingga cocok untuk perangkat dengan sumber daya hardware terbatas.

Koneksi internet selulernya masih berada pada generasi keempat. Artinya, A300C dapat menggunakan layanan 4G, tetapi tidak menyediakan akses ke jaringan 5G.

Bisa Berkomunikasi Melalui Bluetooth

Salah satu fitur yang membedakan A300C dari sejumlah smartphone murah lainnya bernama UltraLink Free Call. Teknologi tersebut memanfaatkan koneksi Bluetooth sebagai jalur komunikasi antara perangkat yang kompatibel.

Dengan metode tersebut, komunikasi tertentu dapat berlangsung tanpa mengandalkan Wi-Fi ataupun layanan operator seluler. Tentunya, fungsi itu memiliki cakupan penggunaan yang berbeda di bandingkan panggilan telepon melalui jaringan operator.

Fungsi tambahan lainnya datang dari IR blaster. Kehadirannya memungkinkan smartphone menjalankan peran sebagai pengendali untuk perangkat elektronik tertentu yang menerima sinyal inframerah.

Kemudian, Itel menyediakan Dynamic Bar pada antarmuka A300C. Bagian ini menyajikan pemberitahuan dan informasi tertentu melalui area interaktif sehingga pengguna dapat melihat informasi penting dengan lebih praktis.

Itel A300C Dibanderol Sekitar Rp2 Juta

India menjadi negara pertama yang memperoleh pemasaran Itel A300C. Produsen menyiapkan empat pilihan warna yang terdiri dari hitam, abu-abu, lilac, serta oranye.

Tidak banyak pilihan kapasitas memori yang tersedia. Konsumen hanya mendapatkan varian RAM 4 GB dengan penyimpanan 64 GB.

Untuk varian tersebut, Itel memasang harga 10.999 rupee. Jika di konversikan, nilainya berada di kisaran Rp2 juta, meskipun angka rupiah dapat berubah mengikuti kurs.

Dengan demikian, A300C menawarkan kombinasi fitur yang cukup beragam untuk kelas entry-level. Baterai 6.000 mAh menjadi salah satu nilai jualnya, sementara standar MIL-STD-810H memperkuat fokus pada ketahanan fisik. Itel juga mempertahankan beberapa fitur praktis seperti microSD, jack audio, IR blaster, dan sensor sidik jari.

Di sisi lain, perangkat masih memiliki sejumlah batasan. Dukungan 5G belum tersedia, begitu pula sertifikasi resmi untuk perlindungan terhadap air dan debu. Faktor tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan konsumen sebelum memilih A300C sebagai perangkat untuk kebutuhan sehari-hari.