Danau Kelimutu – Aktivitas wisata di Danau Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali berjalan mulai Selasa, 25 Agustus 2026. Wisatawan kini dapat mengunjungi destinasi yang terkenal dengan pesona tiga danau kawah berwarna tersebut setelah pengelola sempat menghentikan kunjungan akibat dampak gempa di Flores.
Gempa mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Setelah peristiwa tersebut, Balai Taman Nasional Kelimutu menghentikan sementara aktivitas wisata sebagai langkah untuk menjaga keamanan pengunjung. Petugas kemudian memeriksa kondisi kawasan, termasuk jalur wisata dan sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan risiko.
Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu, Heru Rudiharto, menjelaskan bahwa pihaknya kembali melayani kunjungan wisata sejak 25 Agustus 2026. Meski wisatawan sudah dapat memasuki kawasan, pengelola masih membatasi akses ke beberapa lokasi.
Pengunjung juga perlu mengikuti seluruh aturan keselamatan selama menikmati kawasan Danau Kelimutu. Aturan tersebut bertujuan mengurangi risiko akibat kondisi tanah dan potensi gempa susulan.
Pengelola Buka Loket Mulai Pukul 07.00 WITA
Balai Taman Nasional Kelimutu melayani pengunjung melalui loket wisata mulai pukul 07.00 WITA hingga 12.00 WITA. Wisatawan perlu menyesuaikan waktu kedatangan dengan jadwal tersebut agar dapat memasuki kawasan sesuai ketentuan.
Selain memperhatikan jam pelayanan, wisatawan juga harus mengikuti petunjuk dari petugas. Pengelola masih menerapkan sejumlah aturan karena beberapa bagian kawasan memerlukan pengawasan setelah gempa.
Petugas juga memasang rambu dan tanda batas pada sejumlah titik. Karena itu, wisatawan harus tetap mengikuti jalur yang sudah pengelola tentukan dan tidak memasuki area yang memiliki risiko keselamatan.
Wisatawan Bisa Mengakses Sejumlah Jalur
Pengelola mengizinkan aktivitas wisata pada beberapa jalur dan titik tertentu. Wisatawan dapat mengunjungi arboretum, Anjungan Garugiwa, Mesbah Pati Ka, serta viewpoint puncak.
Sejumlah lokasi tersebut tetap memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati panorama khas Taman Nasional Kelimutu. Wisatawan dapat melihat keindahan kawasan sambil mengikuti jalur aman yang telah pengelola siapkan.
Namun, pengelola masih menutup akses menuju viewpoint puncak Danau Tiwu Atapolo. Oleh karena itu, wisatawan tidak boleh memasuki maupun melakukan kegiatan di lokasi tersebut untuk sementara waktu.
Pengelola mengambil langkah tersebut dengan mempertimbangkan kondisi kawasan setelah gempa. Pembatasan akses juga membantu petugas mengendalikan pergerakan wisatawan sehingga pengunjung tidak mendekati titik yang berisiko.

Gunung Kelimutu
Pengunjung Harus Menjauhi Retakan Kawah Tiwu Atapopo
Balai Taman Nasional Kelimutu turut memberikan perhatian khusus pada retakan di sekitar kawah satu Tiwu Atapopo. Kondisi tersebut menuntut pengunjung untuk lebih berhati-hati ketika berada di sekitar kawasan kawah.
Wisatawan harus menjaga jarak sekitar 6 hingga 10 meter dari bibir kawah. Pengelola meminta pengunjung tidak mendekati retakan karena kondisi tanah dapat memicu longsoran.
Selain itu, wisatawan wajib tetap berada di dalam pagar pembatas. Petugas juga meminta setiap pengunjung mengikuti rambu dan tanda batas selama menjelajahi kawasan wisata.
Pengunjung sebaiknya tidak melewati pembatas hanya untuk mengambil foto atau mencari sudut pandang tertentu. Tindakan tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika kondisi tanah belum sepenuhnya stabil setelah gempa.
Petugas Minta Wisatawan Waspadai Gempa Susulan
Meskipun aktivitas wisata sudah kembali berjalan, pengunjung tetap perlu mewaspadai kemungkinan gempa susulan. Kondisi alam dapat berubah sewaktu-waktu sehingga wisatawan harus selalu memperhatikan lingkungan sekitar.
Balai Taman Nasional Kelimutu meminta pengunjung mengikuti seluruh arahan petugas selama berada di kawasan. Jika kondisi lapangan berubah, petugas dapat mengarahkan wisatawan menuju lokasi yang lebih aman atau membatasi perjalanan ke titik tertentu.
Wisatawan juga perlu memperhatikan setiap rambu keselamatan. Dengan mengikuti aturan tersebut, pengunjung dapat menikmati panorama Danau Kelimutu sekaligus mengurangi risiko selama perjalanan.
Keselamatan Menjadi Prioritas Selama Kunjungan
Kembalinya aktivitas wisata memberi kesempatan kepada masyarakat dan wisatawan untuk menikmati keindahan Danau Kelimutu. Namun, pengelola tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama setelah gempa mengguncang Flores.
Karena itu, wisatawan perlu merencanakan kunjungan dengan memperhatikan jam operasional, jalur yang dapat mereka lalui, serta lokasi yang harus mereka hindari. Pengunjung juga perlu mengikuti arahan petugas tanpa melewati pagar atau tanda pembatas.
Balai Taman Nasional Kelimutu terus mengawasi kondisi kawasan agar aktivitas wisata tetap berjalan dengan aman. Sementara itu, wisatawan dapat membantu menjaga keselamatan dengan mematuhi aturan dan meningkatkan kewaspadaan selama berada di sekitar danau kawah.
Dengan kerja sama antara pengelola dan pengunjung, aktivitas wisata Danau Kelimutu dapat terus berjalan tanpa mengabaikan faktor keamanan. Wisatawan pun tetap dapat menikmati keunikan dan panorama danau tiga warna sambil mengikuti ketentuan yang berlaku di kawasan Taman Nasional Kelimutu.