HUR RI – Neeltje Deliana Insjowi Werimon mendapat kepercayaan untuk menjalankan tugas penting dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Pelajar asal Papua tersebut menjadi pembawa baki dalam Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026).

Neeltje Werimon tergabung dalam tim Paskibraka bernama “Indonesia Adil Makmur”. Ia hadir sebagai perwakilan Provinsi Papua dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka tingkat nasional.

Berdasarkan informasi Kesbangpol Kota Jayapura, Neeltje merupakan siswi SMA Negeri 8 Jayapura. Kepercayaan sebagai pembawa baki menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan pelajar kelahiran Jayapura tersebut.

Neeltje lahir pada 15 Mei 2010 dari pasangan Aiwoisendin Hendrik Werimon dan Steffi Edithya Florence Awom. Sebelum menjalani pendidikan di Indonesia, ia sempat mengenyam pendidikan di Amerika Serikat.

Setelah itu, Neeltje melanjutkan perjalanan pendidikannya di Papua. Sebelum masuk SMA Negeri 8 Jayapura, ia tercatat pernah belajar di SMP YPJ Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut, Neeltje tidak hanya fokus pada kegiatan akademik. Ia juga aktif dalam organisasi sekolah. Bahkan, Neeltje pernah mendapat kepercayaan untuk menjabat sebagai Ketua OSIS.

Pengalaman berorganisasi tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Neeltje sebelum terpilih sebagai anggota Paskibraka. Selain itu, Neeltje mempunyai latar belakang keluarga yang beragam. Ia disebut memiliki garis keturunan Papua, Belanda, Maluku, dan Sunda.

Formasi Tim Indonesia Adil Makmur

Dalam menjalankan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih, Neeltje tidak bertugas sendiri. Sejumlah anggota Paskibraka dari berbagai provinsi mengisi posisi penting dalam formasi Tim Indonesia Adil Makmur.

Posisi Komandan Kelompok 8 dipercayakan kepada Atanasius Meyllano Frans Yogar. Ia merupakan Paskibraka perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Atanasius tercatat sebagai siswa SMA Katolik Giovanni Kupang.

Sementara itu, Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana mendapat tugas sebagai pengerek bendera. Maharazthu berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan menempuh pendidikan di SMAN 1 Taliwang.

Tugas pembentang bendera diberikan kepada Mirza Rafi Navazani. Pelajar asal Provinsi Kalimantan Barat tersebut merupakan siswa SMAN 1 Sintang.

Formasi juga menempatkan Baruno Wicaksono sebagai Komandan Kelompok 17. Baruno merupakan Paskibraka asal Provinsi Jawa Barat yang menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara Cimahi.

Adapun tugas Komandan Kompi Paskibraka diberikan kepada Kapten Pnb Bagus Setianto. Ia menjabat sebagai Kapokops Flight FGS Skadud 5 Wingud 5 Lanud Sultan Hasanuddin.

Tim juga menyiapkan Ismi Ulfaida sebagai cadangan pembawa baki. Paskibraka putri asal Provinsi Sulawesi Barat tersebut tercatat sebagai siswi Sekolah Rakyat.

Neeltje Werimon pembawa baki Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

Neeltje Deliana Insjowi Werimon, perwakilan Provinsi Papua, dipercaya sebagai pembawa bendera Merah Putih

Tim Indonesia Berdaulat Bertugas pada Upacara Pagi

Sebelum Tim Indonesia Adil Makmur menjalankan tugas penurunan bendera, rangkaian peringatan kemerdekaan berlangsung sejak pagi. Upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Istana Merdeka melibatkan Tim Paskibraka Indonesia Berdaulat.

Dalam upacara tersebut, Celina Olivia Apriani Theo mendapat tugas sebagai pembawa baki. Paskibraka asal Kalimantan Barat itu membawa bendera pusaka sebelum menyerahkannya kepada petugas pembentang bendera.

Posisi pembentang bendera di percayakan kepada Aryo Wira Zandhyka, anggota Paskibraka asal Bengkulu. Sementara itu, I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dari Kalimantan Selatan menjalankan tugas sebagai pengerek bendera.

Ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, Presiden Prabowo Subianto bersama para pejabat negara dan masyarakat yang hadir memberikan penghormatan. Bendera Merah Putih kemudian naik hingga berkibar di halaman Istana Merdeka.

Tepuk Tangan Mengiringi Keberhasilan Paskibraka

Tim Paskibraka Indonesia Berdaulat mampu menyelesaikan prosesi pengibaran Bendera Merah Putih dengan lancar. Setelah menyelesaikan tugas, para anggota kembali menyusun formasi dan bergerak menuju sisi kanan Istana Merdeka.

Keberhasilan mereka mendapat apresiasi dari para tamu yang mengikuti jalannya upacara. Tepuk tangan terdengar setelah pasukan menyelesaikan rangkaian tugasnya.

Presiden Prabowo bersama para pejabat negara turut memberikan apresiasi kepada anggota Paskibraka. Suasana peringatan kemerdekaan semakin semarak ketika puluhan burung merpati di lepaskan di kawasan Istana Merdeka.

Rangkaian tersebut menjadi bagian penting dari peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Bagi Neeltje Werimon, kesempatan menjadi pembawa baki dalam Upacara Penurunan Bendera juga menjadi pencapaian istimewa.

Kepercayaan tersebut membawa nama Papua dalam salah satu prosesi nasional yang menjadi perhatian masyarakat setiap peringatan Hari Kemerdekaan. Bersama anggota Tim Indonesia Adil Makmur lainnya, Neeltje mengemban tanggung jawab untuk menjalankan prosesi penurunan Sang Merah Putih di Istana Merdeka.