Timnas Basket Putra Indonesia – mendapatkan hasil kurang maksimal dalam lanjutan Pool A Asian Games 2026 setelah Korea Selatan menunjukkan keunggulan dengan skor 102-48. Pertemuan kedua tim berlangsung di Aichi International Arena pada Jumat (11/9/2026) sore WIB.

Perbedaan performa paling terlihat pada paruh kedua pertandingan. Indonesia sebenarnya masih mampu menjaga jarak hingga dua kuarter awal. Namun, Korea Selatan meningkatkan produktivitas secara signifikan selepas jeda dan membuat selisih angka terus bertambah.

Hasil tersebut menempatkan Merah Putih dalam situasi yang menantang menjelang pertandingan terakhir Pool A. Indonesia kini perlu memaksimalkan persiapan sebelum bertemu Arab Saudi pada 13 September 2026.

Merah Putih Sempat Memberikan Tekanan

Lima angka tanpa balas menjadi pembuka Indonesia dalam pertandingan tersebut. Ali Alhadar menyumbangkan tiga angka, sedangkan Lester Prosper melengkapinya dengan dua poin.

Korea Selatan kemudian menemukan permainan terbaiknya. Lee Hyunjung menjadi salah satu pemain yang membantu timnya menghapus keunggulan awal Indonesia. Kedudukan pun sempat berada pada angka 5-5.

Perubahan mulai terjadi setelah skor imbang tersebut. Korea Selatan mampu mengatur permainan dengan lebih baik dan perlahan membangun keunggulan. Pada saat bersamaan, Indonesia menghadapi kesulitan untuk mempertahankan produktivitas awal.

Sepuluh menit pertama akhirnya menghasilkan 18 angka bagi Korea Selatan dan 10 poin untuk Indonesia.

Alih-alih membiarkan lawan menjauh, Merah Putih memberikan respons lebih baik pada periode berikutnya. Hendrick Yonga ikut menyumbangkan poin, sementara Indonesia secara keseluruhan menghasilkan 20 angka sepanjang kuarter kedua.

Korea Selatan hanya mencetak satu angka lebih banyak pada periode itu, yakni 21 poin. Artinya, persaingan kedua tim pada kuarter kedua berlangsung jauh lebih seimbang dibandingkan periode lainnya.

Akumulasi dua kuarter membuat papan skor menunjukkan 39-30 untuk Korea Selatan ketika kedua tim menuju ruang ganti.

Paruh Kedua Menjadi Titik Balik Pertandingan

Kesempatan Indonesia untuk memangkas defisit belum sepenuhnya tertutup saat pertandingan dilanjutkan. Selisih sembilan angka masih memungkinkan Merah Putih memberikan tekanan apabila mampu menjaga konsistensi.

Namun, skenario pertandingan berkembang ke arah berbeda.

Korea Selatan meningkatkan efektivitas serangannya secara drastis pada kuarter ketiga. Mereka menghasilkan 31 angka hanya dalam satu periode. Sementara itu, Indonesia tidak mampu mempertahankan produktivitas seperti pada kuarter sebelumnya dan hanya mendapatkan 11 poin.

Perbedaan 20 angka pada periode ketiga tersebut menjadi faktor besar yang mengubah jalannya laga. Memasuki sepuluh menit terakhir, Korea Selatan sudah mengantongi 70 poin, sedangkan Indonesia berada pada angka 41.

Merah Putih membutuhkan kebangkitan besar untuk mengejar selisih tersebut. Akan tetapi, Korea Selatan justru kembali meningkatkan jumlah poinnya pada periode penutup.

Sebanyak 32 angka tambahan masuk ke papan skor Korea Selatan pada kuarter keempat. Di sisi lain, Indonesia hanya memperoleh tujuh poin.

Jika digabungkan, Korea Selatan menghasilkan 63 poin sepanjang dua kuarter terakhir. Indonesia pada periode yang sama hanya mencatat 18 angka. Perbedaan produktivitas setelah jeda inilah yang akhirnya membawa laga berakhir 102-48.

Timnas Basket Indonesia menghadapi Korea Selatan di Asian Games 2026

Logo Asian Games 2026

Derrick Michael Xzavierro Bukukan Double-Double

Walaupun hasil tim belum sesuai harapan, beberapa pemain Indonesia tetap menghasilkan catatan individu penting.

Derrick Michael Xzavierro menjadi salah satunya. Ia mengoleksi 12 angka sekaligus 11 rebound. Catatan dua digit dalam dua aspek permainan tersebut membuat Derrick menorehkan double-double.

Sementara itu, Yudha Saputera memimpin daftar pencetak poin Indonesia. Yudha menyelesaikan pertandingan dengan 17 angka dan menambahkan satu assist.

Kontribusi tersebut belum cukup untuk mengimbangi produktivitas Korea Selatan secara keseluruhan. Terlebih, lawan berhasil meningkatkan intensitas permainan ketika memasuki dua kuarter terakhir.

Indonesia kini perlu menjadikan pertandingan ini sebagai bahan evaluasi. Konsistensi menjadi salah satu aspek penting mengingat Merah Putih mampu menghasilkan 20 angka pada kuarter kedua, tetapi produktivitasnya turun menjadi 11 dan tujuh poin pada dua periode berikutnya.

Laga Kontra Arab Saudi Jadi Fokus Berikutnya

Selepas pertandingan kedua, Indonesia menempati peringkat ketiga sementara Pool A dengan dua poin. Korea Selatan berada di posisi teratas setelah mengoleksi empat poin dari dua kemenangan.

Meski baru saja menghadapi kekalahan dengan selisih besar, perjalanan Indonesia pada fase grup belum selesai. Satu agenda masih menunggu skuad Merah Putih.

Indonesia akan berhadapan dengan Arab Saudi pada 13 September 2026. Dengan demikian, tim mempunyai jeda satu hari sebelum kembali memasuki lapangan.

Waktu tersebut dapat digunakan untuk memulihkan kebugaran sekaligus mengevaluasi sejumlah aspek permainan. Indonesia terutama perlu menemukan cara untuk menjaga produktivitas lebih stabil sepanjang empat kuarter.

Pertemuan menghadapi Arab Saudi pun menjadi fokus berikutnya bagi Merah Putih. Setelah mendapatkan pelajaran berat dari Korea Selatan, Timnas basket putra Indonesia membutuhkan penampilan yang lebih konsisten untuk menutup rangkaian pertandingan Pool A Asian Games 2026.