SematBerita24.com – Pembunuhan dan mutilasi di Depok yang terjadi di kawasan Pancoran Mas mulai menemukan titik terang setelah polisi mengungkap dugaan motif utama pelaku. Penyidik menyebut Saepul (26) memiliki keinginan untuk menguasai sepeda motor Honda PCX milik korban. Dorongan ekonomi di duga menjadi salah satu faktor yang memunculkan niat tersebut.
Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian setelah polisi menemukan korban meninggal dunia dalam kondisi tubuh terpotong di wilayah Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. Setelah melakukan penyelidikan, polisi menangkap Saepul dan mendalami rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum hingga setelah korban meninggal.
Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono menjelaskan bahwa keinginan Saepul menguasai kendaraan korban di duga muncul sebelum pertemuan mereka berlangsung.
Menurut keterangan kepolisian, Saepul sebelumnya berkenalan dengan korban. Dalam proses perkenalan tersebut, pelaku melihat foto korban bersama sepeda motor Honda PCX hitam.
Kondisi ekonomi kemudian di duga mendorong pelaku untuk mengincar kendaraan tersebut. Polisi pun menilai keinginan mengambil motor korban menjadi bagian penting dalam penyelidikan motif kasus ini.
Polisi Telusuri Niat Pelaku Sebelum Bertemu Korban
Penyidik menemukan petunjuk lain yang memperkuat dugaan bahwa niat menguasai sepeda motor telah muncul sebelumnya. Pada Kamis, 23 Juli 2026, Saepul disebut sempat berkomunikasi dengan salah seorang temannya.
Dalam percakapan tersebut, Saepul menyampaikan keinginannya mempunyai sepeda motor. Temannya kemudian bertanya mengenai cara Saepul mendapatkan kendaraan tersebut.
Menurut Breggy, pelaku memberikan jawaban yang mengarah pada kemungkinan melakukan pembunuhan. Percakapan itu kini menjadi salah satu bagian yang di periksa polisi untuk menyusun kronologi dan mengetahui sejauh mana rencana pelaku sebelum kejadian.
Keterangan tersebut juga membantu penyidik mendalami apakah tindakan pelaku muncul secara spontan atau sudah memiliki unsur perencanaan sebelumnya.
Pertemuan di Kontrakan Berujung Cekcok
Pada hari yang sama, Saepul kemudian mengajak korban bertemu di kontrakannya. Pertemuan tersebut awalnya berlangsung sebelum keduanya terlibat perselisihan.
Berdasarkan keterangan polisi, cekcok terjadi setelah korban menolak ajakan Saepul untuk melakukan hubungan seksual. Situasi kemudian semakin memanas hingga korban menampar pelaku.
Perselisihan tersebut berkembang menjadi perkelahian yang akhirnya berujung pada kematian korban. Polisi terus mendalami setiap tahapan kejadian untuk memastikan rangkaian peristiwa berdasarkan keterangan saksi, tersangka, dan barang bukti.
Penyidik juga mencocokkan keterangan pelaku dengan temuan selama proses penyelidikan. Langkah tersebut penting untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai peristiwa yang berlangsung di kontrakan.

Pelaku pembunuhan di sertai mutilasi di Depok di bawa ke Mapolda Metro Jaya, Rabu (5/8/2026).
Pelaku Membawa dan Menjual Honda PCX Korban
Setelah korban meninggal, Saepul kemudian melakukan tindakan lanjutan terhadap jasad korban. Polisi menyebut pelaku memotong tubuh korban menjadi dua bagian sebelum membuangnya ke lokasi berbeda.
Setelah itu, pelaku membawa Honda PCX milik korban. Kendaraan tersebut kemudian di jual hingga ke wilayah Pandeglang, Banten.
Fakta mengenai penjualan motor menjadi salah satu bagian penting dalam pengungkapan motif kasus. Polisi menemukan bahwa keinginan Saepul untuk memiliki kendaraan sudah muncul sebelum pertemuannya dengan korban.
Karena itu, penyidik terus menghubungkan bukti komunikasi sebelum kejadian dengan tindakan pelaku setelah korban meninggal. Rangkaian tersebut di perlukan untuk memperjelas motif serta kronologi kasus secara menyeluruh.
Polisi Masih Mendalami Kasus Mutilasi di Depok
Kasus pembunuhan dan mutilasi ini terungkap setelah korban di temukan meninggal dalam kondisi tubuh terpotong di kawasan Pancoran Mas. Penemuan tersebut kemudian mendorong kepolisian melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi korban sekaligus mencari pihak yang bertanggung jawab.
Setelah memperoleh sejumlah petunjuk, polisi mengarahkan penyelidikan kepada Saepul. Pemeriksaan selanjutnya mengungkap berbagai informasi mengenai hubungan pelaku dengan korban, pertemuan di kontrakan, hingga keberadaan sepeda motor korban.
Meski telah mengungkap dugaan motif utama, polisi masih melanjutkan pendalaman. Penyidik menelusuri seluruh barang bukti dan keterangan yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Polisi juga berupaya memastikan setiap tahapan kejadian melalui bukti yang di temukan selama penyidikan. Pendalaman itu mencakup peristiwa sebelum pertemuan, kejadian di kontrakan, tindakan setelah korban meninggal, hingga penjualan kendaraan milik korban.
Dengan penyelidikan tersebut, kepolisian berupaya mendapatkan gambaran lengkap mengenai pembunuhan dan mutilasi di Depok, termasuk motif serta rangkaian tindakan yang dilakukan pelaku. Hasil penyidikan nantinya menjadi dasar dalam proses hukum terhadap tersangka.