Baterai Mobil Listrik – menjadi komponen utama yang berperan besar terhadap performa dan kemampuan kendaraan menempuh perjalanan. Kondisi baterai yang terjaga tidak hanya membantu mempertahankan jarak tempuh, tetapi juga mendukung efisiensi penggunaan energi dalam jangka panjang.
Seperti komponen kendaraan lainnya, baterai mobil listrik dapat mengalami penurunan kemampuan setelah digunakan selama bertahun-tahun. Proses tersebut merupakan hal yang normal. Namun, kebiasaan pemilik kendaraan ternyata dapat memengaruhi cepat atau lambatnya penurunan kapasitas baterai.
Cara mengemudi, kebiasaan melakukan pengisian daya, suhu lingkungan, hingga kondisi baterai ketika kendaraan disimpan menjadi beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Karena itu, perawatan baterai sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan proses pengisian daya.
Mengacu pada informasi dari VinFast Indonesia, terdapat beberapa langkah sederhana yang bisa di terapkan dalam penggunaan mobil listrik sehari-hari. Kebiasaan tersebut dapat membantu pemilik kendaraan mengelola baterai secara lebih baik sekaligus menjaga performanya.
Berikut lima hal yang dapat di perhatikan untuk membantu menjaga kesehatan baterai mobil listrik.
1. Terapkan Akselerasi Secara Bertahap
Cara mengemudi menjadi salah satu faktor yang berkaitan langsung dengan penggunaan energi pada kendaraan listrik. Ketika pengemudi menekan pedal akselerator secara agresif, kendaraan membutuhkan energi dalam jumlah besar dalam waktu relatif singkat.
Kondisi tersebut membuat baterai bekerja lebih berat untuk memasok kebutuhan tenaga motor listrik. Selain itu, penggunaan energi dalam jumlah besar secara mendadak juga berpotensi meningkatkan suhu pada sistem baterai.
Karena itu, pengemudi dapat membiasakan akselerasi secara bertahap. Gaya berkendara yang lebih halus membuat kebutuhan energi kendaraan lebih terkendali.
Kebiasaan ini juga memberikan manfaat lain. Penggunaan energi dapat menjadi lebih efisien sehingga kendaraan berpeluang memperoleh jarak tempuh yang lebih optimal dari kapasitas baterai yang tersedia.
2. Sesuaikan Penggunaan Charger dengan Kebutuhan
Teknologi pengisian cepat memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik. Pemilik mobil dapat mengisi baterai dalam waktu lebih singkat, terutama ketika sedang melakukan perjalanan dengan jarak yang cukup jauh.
Meski demikian, pengisian dengan daya sangat tinggi tidak harus di gunakan dalam setiap kesempatan. Pemilik kendaraan dapat menentukan metode pengisian berdasarkan kebutuhan perjalanan.
Menurut rekomendasi tim engineering VinFast, DC Charger berdaya sekitar 60 kW dapat menjadi pilihan untuk penggunaan sehari-hari. Daya tersebut di nilai memberikan keseimbangan antara waktu pengisian dan pengelolaan kondisi baterai.
Sementara itu, charger dengan kemampuan 120 kW atau lebih dapat di gunakan ketika pengemudi membutuhkan waktu pengisian lebih singkat. Contohnya ketika kendaraan di pakai untuk perjalanan antarkota atau perjalanan jauh.
Dengan pola tersebut, pengguna tetap dapat memanfaatkan teknologi fast charging tanpa harus mengandalkannya dalam setiap proses pengisian baterai.
3. Lindungi Baterai dari Suhu Terlalu Tinggi
Suhu menjadi faktor lain yang perlu mendapat perhatian dalam penggunaan kendaraan listrik. Hal ini semakin relevan bagi pemilik kendaraan yang tinggal di wilayah dengan iklim tropis dan suhu lingkungan cukup tinggi.
Pemilik kendaraan sebaiknya menjaga agar suhu baterai tidak terlalu panas. Salah satu acuannya adalah mempertahankan suhu di bawah sekitar 40 derajat Celsius.
Langkah sederhana dapat di mulai ketika memilih lokasi parkir. Apabila memungkinkan, tempatkan mobil di area tertutup, garasi, atau lokasi yang terlindungi dari sinar matahari langsung.
Kendaraan sebaiknya tidak terlalu lama berada di bawah paparan matahari, terutama ketika cuaca sangat panas. Temperatur tinggi dalam jangka panjang dapat mempercepat proses penurunan kemampuan baterai.
Karena itu, pengelolaan suhu menjadi bagian penting dari kebiasaan merawat mobil listrik, khususnya bagi kendaraan yang di gunakan setiap hari.

Ilustrasi baterai mobil listrik.
4. Jaga Kapasitas Baterai pada Kisaran 20 hingga 80 Persen
Pemilik kendaraan listrik mungkin terbiasa mengisi baterai hingga penuh agar memperoleh jarak tempuh maksimal. Namun, untuk kebutuhan sehari-hari, baterai tidak harus selalu mencapai 100 persen.
Level pengisian sekitar 20 hingga 80 persen dapat menjadi acuan untuk penggunaan rutin. Dengan demikian, pemilik bisa melakukan pengisian ketika kapasitas mulai mendekati batas bawah tersebut.
Meski begitu, bukan berarti pengisian hingga 100 persen harus selalu di hindari. Baterai tetap dapat di isi penuh ketika kendaraan membutuhkan jarak tempuh maksimal, seperti sebelum memulai perjalanan jauh.
Hal yang perlu di perhatikan adalah durasi penyimpanan kendaraan setelah baterai mencapai kondisi penuh. Sebaiknya mobil tidak di biarkan terlalu lama dengan baterai berada pada level 100 persen tanpa di gunakan.
Menyesuaikan tingkat pengisian dengan kebutuhan perjalanan menjadi langkah sederhana yang dapat diterapkan untuk membantu mempertahankan kondisi baterai.
5. Perhatikan Kapasitas Baterai Sebelum Mobil Disimpan
Tidak semua mobil listrik di gunakan setiap hari. Dalam kondisi tertentu, kendaraan mungkin harus di simpan selama beberapa minggu karena pemilik bepergian atau memiliki kendaraan lain.
Sebelum menyimpan mobil dalam waktu lama, pemilik perlu memastikan kapasitas baterai masih mencukupi. VinFast menyarankan baterai memiliki daya setidaknya sekitar 30 persen sebelum kendaraan di tinggalkan dalam periode cukup panjang.
Kapasitas baterai yang terlalu rendah sebaiknya tidak di biarkan dalam waktu lama. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan baterai sekaligus membuat kendaraan kurang siap ketika kembali di gunakan.
Oleh sebab itu, lakukan pemeriksaan kapasitas baterai sebelum mobil di simpan. Apabila daya sudah terlalu rendah, pemilik dapat melakukan pengisian terlebih dahulu hingga mencapai level yang sesuai.
Kebiasaan Sederhana Membantu Menjaga Kondisi Baterai
Menjaga kesehatan baterai mobil listrik tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Kebiasaan sehari-hari justru memiliki peran penting dalam membantu mempertahankan performa sistem penyimpanan energi kendaraan.
Mengemudi dengan halus, memilih metode pengisian sesuai kebutuhan, menghindari suhu terlalu tinggi, serta mengatur level baterai merupakan beberapa langkah yang dapat di terapkan.
Selain itu, kondisi baterai perlu diperhatikan ketika kendaraan akan d itinggalkan dalam waktu lama. Dengan penggunaan dan pengelolaan yang tepat, pemilik mobil listrik dapat membantu memperlambat penurunan kemampuan baterai sekaligus menjaga kendaraan tetap optimal untuk penggunaan jangka panjang.